Jakarta, Rakyatterkini.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi kembali memperlihatkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kali ini, perusahaan memberikan bantuan berupa dua unit mesin produksi modern serta membantu proses pengurusan legalitas badan hukum bagi UMKM pandai besi yang tergabung dalam Koperasi DLN di Kota Sungai Penuh, Jambi.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Kasubag Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN IV Regional IV bersama Manajer Kebun Kayu Aro kepada Ketua Koperasi DLN, Hengki Fernando, di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Selasa (7/7/2026).
Adapun bantuan yang diberikan terdiri dari satu set alat Blender Potong Las lengkap dan satu unit Orion Drilling and Milling Machine 7025 ZX.
Kehadiran peralatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, mempercepat proses pengerjaan, serta menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik.
Selain mendukung dari sisi peralatan, PTPN IV Regional IV juga memfasilitasi penerbitan sertifikat badan hukum koperasi yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.
Sebelum legalitas tersebut terbit, tim TJSL turut memberikan pendampingan dan pembinaan kepada pengurus koperasi terkait proses administrasi dan perizinan.
Sekretaris PTPN IV Regional IV, Muhammad Ridwan, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam memperkuat daya saing pelaku UMKM.
Menurutnya, dukungan berupa peralatan produksi dan kepastian hukum akan membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar.
Ridwan menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program TJSL yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Program tersebut mencakup berbagai bidang, seperti pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga kegiatan sosial keagamaan.
Ketua Koperasi DLN, Hengki Fernando, mengapresiasi bantuan yang diberikan PTPN IV Regional IV. Ia menilai keberadaan mesin produksi dan legalitas badan hukum menjadi modal penting bagi koperasi dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat keberlangsungan usaha para anggotanya.
Hengki juga menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan dilakukan secara terbuka dan profesional. Menurutnya, koperasi menerima bantuan tersebut murni berdasarkan kelayakan usaha, tanpa dipengaruhi hubungan pribadi ataupun kepentingan lainnya.(da*)


