Lubuk Basung, Rakyatterkini.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Agam sebagai tindak lanjut dari hasil peninjauan lapangan yang telah dilakukan sebelumnya.
Program tersebut bertujuan membantu masyarakat kembali menjalankan usaha yang sempat terhenti akibat bencana.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat yang mempertemukan Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, unsur pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, perwakilan PT PNM, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di ruang rapat Bupati Agam, Selasa (30/6).
Perwakilan PT PNM, Hendra, menjelaskan bahwa peran perusahaan sebagai badan usaha milik negara tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur pascabencana, tetapi juga mendukung kebangkitan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro yang terdampak.
Menurutnya, banyak warga yang ingin kembali berusaha, namun belum mampu memulai kembali karena alat produksi mereka mengalami kerusakan saat bencana melanda. Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian utama agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan.
Ia mencontohkan salah satu pelaku usaha pengolahan pinang iris dan permen pinang di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, yang hingga kini belum dapat berproduksi karena peralatan usahanya rusak.
Hal serupa juga dialami pengelola usaha pemancingan sekaligus kuliner di Kecamatan Tanjung Raya yang operasionalnya masih belum pulih sepenuhnya.
Sebagai solusi, PT PNM menawarkan Program Pengembangan Kapasitas Usaha dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (PKU-TJSL). Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat membangun kembali usahanya melalui pembiayaan kelompok tanpa agunan yang dilengkapi dengan pendampingan usaha.
Selain memberikan akses pembiayaan, PNM juga menerapkan sistem pembayaran angsuran yang dilakukan secara bertahap. Pengembalian pinjaman baru dimulai setelah usaha penerima bantuan dinilai kembali stabil dan mampu menghasilkan pendapatan.
Hendra menambahkan, pelaksanaan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT PNM, BNPB, dan Pemerintah Kabupaten Agam agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Agam dipilih sebagai daerah percontohan atau pilot project untuk pelaksanaan program tersebut. Saat ini berbagai persiapan sedang diselesaikan sehingga peluncurannya diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT PNM terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, dukungan bagi pelaku usaha sangat penting agar mereka dapat segera kembali beraktivitas dan memperoleh penghasilan.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Agam siap bekerja sama dengan seluruh pihak agar program pemberdayaan tersebut benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan dan mampu mendorong pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.
Melalui sinergi antara Pemkab Agam, BNPB, dan PT PNM, diharapkan program ini segera direalisasikan sehingga para pelaku UMKM yang terdampak bencana dapat kembali produktif.
Dengan begitu, proses pemulihan pascabencana tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga ditandai dengan bangkitnya kegiatan ekonomi dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.(da*)


