Pariaman, Rakyatterkini.com - Pembangunan kembali kios pedagang sala di kawasan Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Pariaman setelah memperoleh kembali alokasi dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Langkah ini diambil untuk memulihkan aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengatakan proyek tersebut diprioritaskan karena kondisi kios sudah rusak berat dan telah tercantum dalam Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Menurutnya, keberadaan kios sala memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat sekaligus menunjang sektor pariwisata.
Pemerintah menargetkan pekerjaan konstruksi dimulai pada September 2026 dengan anggaran sekitar Rp270 juta. Saat ini, proses penyusunan dokumen perencanaan masih berlangsung dan diharapkan selesai dalam waktu dekat.
Kios akan dibangun kembali di lokasi yang sama seperti sebelumnya dengan jumlah sekitar tujuh hingga delapan unit. Selain itu, pemerintah juga akan membangun saluran pembuangan limbah dari proses produksi sala agar kebersihan kawasan wisata tetap terjaga.
Ferialdi menjelaskan, penyediaan sistem pembuangan limbah diharapkan mampu menciptakan lingkungan wisata yang lebih bersih dan nyaman bagi pengunjung.
Kondisi tersebut juga diyakini dapat meningkatkan daya tarik Pantai Gandoriah sekaligus mendukung penjualan makanan khas sala yang menjadi mata pencaharian para pelaku UMKM.
Sebelumnya, Pemko Pariaman merencanakan tiga proyek pembangunan menggunakan dana TKD, yakni pembangunan kembali kios sala, pemasangan rumput sintetis di Pantai Gandoriah, serta pembangunan paving blok dan pos retribusi di kawasan Stasiun Kereta Api Pariaman.
Total kebutuhan anggaran untuk ketiga proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.
Meski demikian, dua proyek lainnya untuk sementara ditunda. Pemerintah memutuskan memfokuskan anggaran pada pembangunan kios sala karena dampaknya dinilai paling besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat serta menjadi bagian dari program rehabilitasi pascabencana yang telah ditetapkan.
Sebagai informasi, bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Pariaman pada akhir 2025 menyebabkan sejumlah fasilitas wisata mengalami kerusakan.
Selain kios sala di Pantai Gandoriah, kerusakan juga terjadi pada atap Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, shelter bencana, musala di Pulau Angso Duo, panggung seni di Pantai Kata dan Pantai Gandoriah, pos pariwisata, serta Gedung Tourist Information Center (TIC).(da*)


