Notification

×

Iklan

Pemkab Tanah Datar Evaluasi Capaian PAD Triwulan II

Rabu, 15 Juli 2026 | 02:36 WIB Last Updated 2026-07-14T19:36:00Z

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar Rapat Koordinasi

Tanah Datar, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) triwulan II sebagai langkah mempercepat pencapaian target penerimaan daerah tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Eksekutif Kantor Bupati Tanah Datar, Selasa (14/7/2026).

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Tanah Datar, Jasrinaldi, menjelaskan bahwa target PAD tahun ini ditetapkan sebesar Rp77 miliar. 

Untuk memudahkan pengawasan, capaian penerimaan dibagi ke dalam empat tahapan, dengan target masing-masing sebesar 58 persen pada tahap pertama, 40 persen pada tahap kedua, 70 persen pada tahap ketiga, dan 40 persen pada tahap keempat.

Menurutnya, hingga akhir triwulan pertama realisasi PAD baru mencapai sekitar 35 persen dari target. Capaian tersebut belum maksimal karena dipengaruhi sejumlah faktor, seperti bencana banjir yang melanda beberapa wilayah serta masih berlangsungnya sejumlah proyek pembangunan.

Jasrinaldi menambahkan, pada bulan pertama realisasi PAD hanya berada di kisaran 15 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi proses relokasi dan berbagai kendala teknis di lapangan. Meski demikian, pihaknya optimistis penerimaan akan meningkat pada bulan-bulan berikutnya sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Sementara itu, pendapatan yang berasal dari dividen menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Dari target sekitar Rp31 miliar, hingga saat ini telah terealisasi kurang lebih Rp23 miliar atau sekitar 79 persen. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena masih menunggu proses pencatatan dan masuknya dana ke Rekening Kas Umum Daerah.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, kinerja PAD mengalami peningkatan. Hingga akhir semester pertama, realisasi pendapatan daerah telah mencapai sekitar Rp43 miliar atau setara 50,8 persen dari target tahunan.

Ke depan, pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan sumber-sumber PAD melalui peningkatan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), mendorong investasi, serta menggali potensi pendapatan baru yang dapat meningkatkan penerimaan daerah.

Untuk pendapatan yang dikelola oleh DPKD, Jasrinaldi menyebut realisasinya telah melampaui target awal sebesar Rp37 miliar. Meski demikian, pada pembahasan perubahan anggaran nantinya akan dilakukan penyesuaian terhadap sejumlah komponen pendapatan, khususnya yang berasal dari dividen. Dari target awal sekitar Rp30 miliar, realisasi diperkirakan mencapai sekitar Rp26 miliar.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menegaskan bahwa PAD merupakan faktor penting dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. 

Semakin besar pendapatan yang mampu dihimpun, semakin luas pula kemampuan pemerintah daerah membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperbaiki infrastruktur, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Ia mengapresiasi perkembangan positif capaian PAD hingga pertengahan tahun. Namun, menurutnya seluruh perangkat daerah tidak boleh cepat merasa puas karena masih terdapat berbagai potensi pendapatan yang perlu dimaksimalkan. Hal itu dapat dilakukan melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat, penguatan sinergi antar-OPD, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pajak dan retribusi.

Ahmad Fadly juga mengajak seluruh OPD untuk terus berinovasi dan meningkatkan efektivitas kerja agar target PAD Tahun 2026 tidak hanya tercapai, tetapi juga mampu melampaui sasaran yang telah ditetapkan.

Di akhir arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para wajib pajak yang telah memenuhi kewajibannya membayar pajak dan retribusi daerah. Menurutnya, kontribusi tersebut merupakan investasi penting bagi pembangunan Tanah Datar agar semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan.(farid)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update