Notification

×

Iklan

Pembangunan 160 Huntap Korban Bencana Agam Segera Dimulai

Jumat, 24 Juli 2026 | 04:25 WIB Last Updated 2026-07-23T21:26:37Z

Pemkab Agam Siapkan Huntap bagi Korban Bencana

Agam, Rakyatterkini.com – Rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi ratusan warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam mulai menunjukkan perkembangan positif. Kendala utama berupa keterbatasan lahan yang selama ini menghambat proyek tersebut kini mulai teratasi.

Pemerintah Kabupaten Agam memperoleh dukungan dari PT Pelalu Raya yang menyediakan lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare di kawasan Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Lahan tersebut diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan huntap bagi masyarakat korban bencana.

Sebagai langkah lanjutan, pada Rabu (22/7), Pemerintah Kabupaten Agam bersama Yayasan Buddha Tzu Chi melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang telah disiapkan. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan lahan sebelum pembangunan dimulai.

Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Ruhyat, menjelaskan bahwa hasil peninjauan serta kajian dari Badan Geologi menyatakan lokasi tersebut layak untuk pembangunan hunian. Namun, masih terdapat syarat administrasi yang harus segera diselesaikan, yakni sertifikat kepemilikan lahan atas nama Pemerintah Kabupaten Agam.

Menurut Ruhyat, yayasan hanya dapat merealisasikan bantuan pembangunan apabila status lahan telah resmi menjadi aset pemerintah daerah. Ia mengingatkan, apabila proses tersebut tidak segera dituntaskan, bantuan pembangunan sebanyak 160 unit huntap berpotensi dialihkan ke daerah lain yang lebih siap.

Ia menilai kesempatan tersebut sangat penting untuk dimanfaatkan mengingat banyak warga Agam yang masih membutuhkan tempat tinggal permanen pascabencana.

Rencananya, setiap huntap akan dibangun menggunakan material sepablock dengan ukuran bangunan 6 x 6 meter. Masing-masing rumah akan memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, serta diupayakan dilengkapi dengan perabot rumah tangga dasar.

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, mengatakan tawaran bantuan pembangunan huntap sebenarnya telah diterima sejak beberapa bulan lalu. Namun pelaksanaannya tertunda karena pemerintah daerah belum memiliki lahan yang memenuhi ketentuan.

Kini, dengan tersedianya lahan sekitar 1,5 hektare melalui dukungan PT Pelalu Raya, pemerintah daerah akan segera menyelesaikan proses sertifikasi agar pembangunan dapat segera dimulai. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas komitmennya membantu masyarakat Agam, serta kepada PT Pelalu Raya yang telah menyediakan lokasi pembangunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi, mengungkapkan bahwa kebutuhan lahan untuk pembangunan 160 unit huntap mencapai sekitar dua hektare. Artinya, masih diperlukan tambahan lahan sekitar 0,5 hektare agar seluruh rencana pembangunan dapat direalisasikan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan segera mengupayakan penambahan lahan sehingga seluruh unit huntap yang direncanakan dapat dibangun sesuai target.

Dengan semakin jelasnya lokasi pembangunan dan percepatan penyelesaian administrasi, Pemerintah Kabupaten Agam berharap pembangunan hunian tetap dapat segera dimulai sehingga para korban bencana dapat memperoleh tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak huni.

Setelah melakukan peninjauan lapangan, rombongan Yayasan Buddha Tzu Chi dijamu makan siang oleh Pemerintah Kabupaten Agam di rumah dinas Bupati Agam.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update