Notification

×

Iklan

Pariaman Siapkan Batik Lokal Jadi Seragam SD 2027

Rabu, 08 Juli 2026 | 21:17 WIB Last Updated 2026-07-08T14:17:00Z

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, saat membuka Pelatihan

Pariaman, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kota Pariaman menyiapkan langkah untuk menjadikan batik khas daerah sebagai seragam siswa sekolah dasar mulai tahun 2027. 

Rencana tersebut akan diwujudkan apabila pelatihan pembuatan batik cap yang sedang berlangsung mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang baik dan dapat diproduksi secara berkelanjutan.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan hal itu saat membuka Pelatihan Pembuatan Batik Cap di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pariaman, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang diikuti 20 peserta dari berbagai kecamatan tersebut berlangsung selama lima hari hingga 11 Juli 2026.

Menurut Yota, pelatihan ini merupakan bagian dari program unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga, yang bertujuan mendorong setiap keluarga memiliki usaha produktif berbasis rumahan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru, baik di bidang batik maupun industri makanan.

Ia menjelaskan, selain memberikan kemampuan teknis membatik, pelatihan ini juga diarahkan agar peserta dapat menjadikan keterampilan tersebut sebagai sumber pendapatan tambahan. Karena itu, peserta diminta mengikuti seluruh materi dengan sungguh-sungguh serta terus berinovasi agar batik khas Pariaman semakin dikenal luas.

Yota juga menekankan pentingnya kreativitas dalam mengembangkan motif Batik Sampan Pariaman agar memiliki daya saing dan mampu menarik minat masyarakat. Menurutnya, inovasi menjadi kunci agar produk batik lokal dapat berkembang di pasar.

Pemerintah daerah akan mengevaluasi hasil pelatihan sebelum menentukan kebijakan lanjutan. Apabila kualitas batik yang dihasilkan memenuhi standar, Pemko Pariaman berencana menganggarkan pengadaan batik gratis untuk seluruh siswa SD pada 2027.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan mengupayakan agar batik khas Pariaman nantinya digunakan oleh pelajar tingkat SMA. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi perajin batik lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pariaman, Deddy Kurnia Ilahi, mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan membuat batik cap sekaligus menumbuhkan semangat berwirausaha.

Ia menjelaskan seluruh peserta berasal dari kelompok masyarakat kategori desil 1 hingga desil 5. Selain mendapatkan pelatihan, mereka juga menerima bantuan seperangkat alat membatik, seperti canting cap, meja cap, kompor, wajan, kain, bahan pewarna, waterglass, dan soda ash sebagai modal awal untuk memulai usaha.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Pariaman berharap lahir lebih banyak pelaku usaha batik baru yang mampu mengembangkan industri kreatif berbasis rumah tangga, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta membuka lapangan usaha yang berkelanjutan.(suger)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update