Padang Pariaman, Rakyatterkini.com - Kabupaten Padang Pariaman dalam sepekan terakhir memprioritaskan berbagai langkah pemulihan pascabencana serta persiapan sejumlah agenda daerah. Fokus utama diarahkan pada pemulihan akses transportasi, rehabilitasi sarana pendidikan yang terdampak bencana, dan persiapan penyelenggaraan kegiatan olahraga.
Salah satu perkembangan penting terjadi di sektor infrastruktur. Pekerjaan normalisasi aliran Sungai Batang Anai di Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, telah selesai dilaksanakan oleh tim gabungan.
Dengan rampungnya pekerjaan tersebut, jembatan darurat yang sebelumnya ditutup kini kembali dapat digunakan oleh kendaraan.
Dibukanya kembali akses tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta mempercepat distribusi barang yang sempat terganggu akibat kondisi pascabencana.
Di bidang pendidikan, pemerintah juga mulai merealisasikan penanganan terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan. Sebesar Rp25,3 miliar disiapkan untuk membiayai rehabilitasi bangunan dan fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah terdampak agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) terus berlanjut dengan menempatkan pemulihan ekonomi masyarakat dan penguatan infrastruktur sebagai prioritas utama dalam perencanaan anggaran.
Upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas juga menjadi perhatian. Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) bersama aparat kepolisian melakukan evaluasi serta pemetaan ulang terhadap lokasi-lokasi yang rawan kecelakaan. Langkah tersebut bertujuan menyusun strategi guna menekan angka kecelakaan dan korban jiwa di jalan raya.
Di sektor olahraga, panitia Padang Pariaman Barefoot Running 2026 memutuskan memperpanjang masa pendaftaran untuk kategori Championship 5K.
Kebijakan ini diambil karena tingginya antusiasme peserta, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, yang ingin mengikuti perlombaan lari tanpa alas kaki tersebut.(da*)


