Padang, Rakyatterkini.com – Disiplin dan kerja keras menjadi kunci keberhasilan Nayla Irza Ramadhani (18) dalam meraih berbagai peluang pendidikan di perguruan tinggi ternama.
Lulusan SMA Semen Padang Tahun Pelajaran 2025/2026 itu menjalani rutinitas belajar yang padat hampir setiap hari demi mengejar impiannya menjadi seorang ilmuwan.
Selama enam hari dalam sepekan, Nayla menghabiskan waktunya dengan mengikuti kegiatan belajar di sekolah, kemudian melanjutkan bimbingan belajar untuk mata pelajaran matematika, kimia, dan fisika di beberapa tempat berbeda. Baginya, kesibukan tersebut bukanlah beban, melainkan bagian dari proses meraih cita-cita.
"Saya kurang nyaman jika tidak memiliki aktivitas. Karena itu, setelah sekolah saya mengikuti les hampir setiap hari, dari Senin hingga Sabtu," ujar Nayla saat ditemui di SMA Semen Padang, Jumat (24/7/2026).
Kebiasaan belajar yang konsisten membentuk karakter disiplin dan pantang menyerah dalam diri Nayla. Berkat usaha tersebut, ia berhasil diterima di Program Studi Farmasi Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Selain itu, President University juga menawarkan beasiswa untuk Program Studi Kedokteran.
Tidak hanya memperoleh kesempatan di dalam negeri, Nayla juga lolos seleksi awal untuk bidang penelitian sains di Monash University, Australia. Sementara itu, ia juga masuk daftar tunggu penerimaan Program Biomedis di The University of Hong Kong.
Meski demikian, Nayla belum menentukan pilihan. Ia masih mempertimbangkan biaya pendidikan, peluang memperoleh beasiswa, serta kesiapan menjalani kehidupan jauh dari keluarga.
"Saya masih menunggu hasil Program Beasiswa Garuda yang akan diumumkan pada Agustus 2026. Beasiswa itu menjadi penentu apakah saya bisa melanjutkan studi ke Monash University," katanya.
Untuk menjaga agar pendidikannya tetap berjalan, Nayla memilih melakukan daftar ulang di Program Studi Farmasi Universitas Andalas. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan pilihan yang paling realistis karena tidak membebani kondisi ekonomi keluarga.
Ia mengaku tetap memiliki keinginan kuat menempuh pendidikan di luar negeri. Jika belum berhasil memperoleh beasiswa tahun ini, Nayla berencana kembali mencoba pada kesempatan berikutnya.
Di antara berbagai kampus yang menawarkan kesempatan, Monash University menjadi tujuan utamanya. Selain memiliki reputasi internasional, Australia dinilai lebih dekat dengan Indonesia sehingga membuatnya lebih percaya diri untuk tinggal jauh dari keluarga. The University of Hong Kong juga menjadi pilihan menarik karena berada di kawasan Asia, ditambah kemampuannya berbahasa Mandarin.
Keinginan belajar di luar negeri mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Mereka aktif membantu mencari informasi mengenai universitas, program studi, peluang beasiswa, hingga mendampingi Nayla menyiapkan berbagai dokumen persyaratan, termasuk sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
Selain fokus mengejar prestasi akademik, Nayla juga terus mengembangkan kemampuan berbahasa asing. Saat ini ia menguasai bahasa Inggris dan Mandarin sebagai bekal untuk beradaptasi di lingkungan pendidikan internasional.
Selama bersekolah di SMA Semen Padang, Nayla mencatat rata-rata nilai rapor 94 dan secara konsisten berada di jajaran lima besar di kelas. Namun, menurutnya, prestasi tidak hanya ditentukan oleh nilai, melainkan juga keberanian mencari pengalaman, meningkatkan keterampilan, dan terus belajar di luar ruang kelas.
Ia pun mengajak para pelajar agar tidak ragu mencari informasi mengenai peluang kuliah di luar negeri. Menurutnya, banyak program beasiswa yang dapat dimanfaatkan selama calon mahasiswa mempersiapkan diri dengan baik, termasuk meningkatkan kemampuan bahasa asing.
Nayla juga mengapresiasi dukungan yang diberikan SMA Semen Padang. Ia menilai para guru tidak hanya membimbing dalam bidang akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendorong siswa berkembang sesuai potensinya.
Kepala SMA Semen Padang, Moethia Varina Oemar, menyampaikan kebanggaannya atas prestasi Nayla. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara siswa, keluarga, guru, sekolah, dan yayasan dalam membangun budaya belajar yang positif.
Menurutnya, pencapaian Nayla membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat belajar mampu membuka peluang bersaing di perguruan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri. Ia berharap kisah Nayla dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani bermimpi besar dan berjuang mewujudkannya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Yayasan Semen Padang Schools, Hasfi Rafiq. Ia menyebut keberhasilan Nayla sebagai bukti bahwa pembinaan pendidikan yang dilakukan sekolah bersama yayasan mampu menghasilkan lulusan yang berprestasi dan siap bersaing secara global.
Sementara itu, ayah Nayla, Irwan Kartadi Putra, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian putrinya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari doa, kerja keras, disiplin, serta kesungguhan belajar selama bertahun-tahun.
Menurutnya, kebanggaan terbesar bukan hanya karena Nayla diterima di sejumlah perguruan tinggi bergengsi, tetapi juga karena putrinya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, rendah hati, dan mempertimbangkan kondisi keluarga dalam setiap keputusan.
Kini, sembari mempersiapkan diri menempuh pendidikan di Universitas Andalas, Nayla masih menunggu hasil seleksi Beasiswa Garuda yang diharapkan dapat mengantarkannya melanjutkan studi ke Australia atau Hong Kong.
Apa pun hasil akhirnya, kisah Nayla menjadi bukti bahwa tekad, disiplin, dukungan keluarga, dan lingkungan pendidikan yang baik mampu membuka jalan menuju kampus-kampus terbaik dunia.(da*)


