Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh tidak akan menjadi beban besar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah berkomitmen menekan penggunaan dana APBN semaksimal mungkin dalam memenuhi kewajiban pembiayaan proyek tersebut.
Purbaya menjelaskan, meskipun pengelolaan proyek tetap berada di bawah pemerintah, skema pembayaran utang akan diupayakan menggunakan sumber pendanaan selain APBN. Hal itu disampaikannya usai menghadiri Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas P3M-PPE di Jakarta, Kamis.
Kendati demikian, ia belum mengungkapkan secara rinci mekanisme maupun sumber dana yang akan dipakai untuk melunasi utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Menurutnya, pemerintah masih menyiapkan berbagai opsi pembiayaan yang dinilai paling efektif.
Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah pemanfaatan Special Mission Vehicle (SMV) yang dimiliki pemerintah. Purbaya menyebut pemerintah memiliki sejumlah instrumen tersebut yang dapat digunakan sesuai kebutuhan pembiayaan.
Sementara itu, mengenai kemungkinan penggunaan dana hasil penerbitan Panda Bond, Purbaya menjelaskan bahwa instrumen tersebut saat ini masih difokuskan untuk membantu menutup defisit APBN.
Adapun peluang pemanfaatannya untuk kebutuhan lain, termasuk pembiayaan proyek Whoosh, akan diputuskan setelah mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan di masa mendatang.(da*)


