Notification

×

Iklan

Maigus Nasir Dorong Perikanan Urban di Kota Padang

Jumat, 10 Juli 2026 | 21:36 WIB Last Updated 2026-07-10T14:36:00Z

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menebar benih ikan lele 

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan sektor perikanan budidaya.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat menebar benih ikan lele di kolam budidaya milik Teh Talua Community (TTC) Alang Laweh di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Jumat (10/7/2026).

Menurut Maigus, kegiatan itu bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi ancaman perubahan iklim, termasuk potensi El Nino yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan. Ia berharap budidaya lele yang dikelola TTC dapat menjadi contoh bagi pengembangan perikanan perkotaan di Kota Padang.

Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan sejumlah kebijakan Pemko Padang, seperti pemanfaatan lahan pekarangan, urban farming, serta penguatan modal sosial di tengah masyarakat.

Maigus juga mengajak warga agar tidak menjadikan keterbatasan lahan sebagai alasan untuk tidak memulai usaha. Menurutnya, kolam berbahan terpal dapat menjadi solusi praktis karena bisa disesuaikan dengan kondisi pekarangan masing-masing.

"Dengan sistem terpal, masyarakat tetap bisa membudidayakan ikan meski tidak memiliki lahan luas. Selain menambah penghasilan keluarga, hasil budidaya juga dapat memenuhi kebutuhan gizi," ujarnya.

Ia menilai, kegiatan budidaya ikan berbasis komunitas juga mampu memperkuat semangat gotong royong sekaligus membuka peluang usaha bagi generasi muda. Pasalnya, permintaan ikan air tawar di Kota Padang masih cukup tinggi, baik untuk kebutuhan hotel, rumah makan, pelaku UMKM, maupun kafe.

"Ini bisa menjadi peluang usaha bagi anak-anak muda agar lebih mandiri karena kebutuhan ikan di Kota Padang masih belum sepenuhnya terpenuhi," katanya.

Di sisi lain, Pemko Padang juga terus memperkuat program ketahanan pangan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat. Maigus mengungkapkan, hasil Rapat Kerja Nasional terbaru menetapkan penambahan Program Kampung Nelayan Merah Putih, sehingga pada 2026 terdapat empat kampung yang menjalankan program tersebut.

Ia berharap keberhasilan program itu dapat mendorong lahirnya lebih banyak Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, mengatakan sektor perikanan harus terus dikembangkan mengingat lahan pertanian produktif semakin berkurang akibat alih fungsi lahan.

Menurutnya, pengembangan budidaya ikan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga ketersediaan pangan di masa mendatang.

Alfiadi juga mengingatkan para pembudidaya agar tidak hanya mengejar hasil panen, tetapi turut menjaga kualitas produk, mulai dari proses budidaya hingga pengemasan. Ia menambahkan, konsumsi ikan masyarakat Kota Padang saat ini masih berada di kisaran 45 persen sehingga perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

Program budidaya ikan TTC turut mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kota Padang, Rafli Boy, melalui dana pokok pikiran (pokir) sebesar Rp25 juta. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan benih, pembangunan kolam, serta penyediaan pakan.

Rafli mengatakan kolam budidaya tersebut telah beroperasi selama dua tahun dan bantuan yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha. Ia menyebut, apabila hasilnya memuaskan, dukungan serupa akan kembali diberikan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan komunitas ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Padang dalam mengembangkan budidaya perikanan yang berkelanjutan, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update