Notification

×

Iklan

Mahyeldi Soroti Ancaman Krisis Kesehatan Mental Remaja

Minggu, 19 Juli 2026 | 23:17 WIB Last Updated 2026-07-19T16:17:00Z

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah foro bersama

Padang, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan pentingnya perhatian serius terhadap persoalan kesehatan mental, terutama yang dialami anak-anak dan remaja. Menurutnya, meningkatnya kasus gangguan kejiwaan hingga aksi bunuh diri menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama karena dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri pelantikan pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumatera Barat masa bakti 2025–2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7/2026).

Dalam acara itu, Mahyeldi mengucapkan selamat kepada Ketua PDSKJI Sumbar yang baru, dr. Rini Gusya Liza, M.Kes., Sp.KJ., beserta seluruh jajaran pengurus. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu memperluas akses pelayanan kesehatan jiwa hingga menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Menurutnya, organisasi profesi di bidang kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan manusia. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai organisasi profesi agar kualitas pelayanan kesehatan, termasuk kesehatan mental, semakin meningkat.

Mahyeldi menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu indikator utama dalam pembangunan manusia. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah dan tenaga kesehatan perlu terus diperkuat agar masyarakat memperoleh layanan yang merata dan berkualitas.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumbar yang selama ini aktif melakukan pelayanan hingga ke wilayah terpencil. Kehadiran para dokter di desa dan nagari dinilai telah membantu masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik.

Menurut Mahyeldi, semangat pengabdian tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh PDSKJI melalui berbagai program pelayanan kesehatan jiwa yang lebih dekat dengan masyarakat.

Selain itu, Gubernur mengajak PDSKJI Sumbar untuk mendorong penyelenggaraan kegiatan ilmiah maupun agenda nasional di Sumatera Barat. Ia menilai, kegiatan berskala nasional tidak hanya meningkatkan kualitas keilmuan para tenaga medis, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM di daerah.

Mahyeldi juga menyoroti tema pelantikan yang mengangkat isu kesehatan mental generasi muda. Menurutnya, tema tersebut sangat sesuai dengan kondisi saat ini, mengingat semakin banyak persoalan psikologis yang muncul pada usia anak dan remaja.

Ia mengaku prihatin karena kasus bunuh diri pada usia sekolah yang dahulu jarang terjadi kini mulai bermunculan. Selain itu, berbagai persoalan seperti kesulitan belajar, gangguan konsentrasi, hingga perubahan perilaku juga perlu menjadi perhatian semua pihak agar tidak menghambat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Sumatera Barat, dr. dr. Roni Eka Sahputra, mengatakan pelantikan pengurus PDSKJI merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarorganisasi profesi di bawah naungan IDI guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ia menyebut tantangan di bidang kesehatan jiwa kini semakin kompleks, mulai dari meningkatnya angka bunuh diri, gangguan kejiwaan, kasus kekerasan terhadap anak, hingga berbagai persoalan sosial yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, seluruh organisasi profesi diharapkan dapat bergerak dalam satu arah untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Ia juga menilai PDSKJI selama ini telah menunjukkan peran penting, terutama dalam memberikan layanan kesehatan jiwa saat terjadi bencana.

Di sisi lain, Sekretaris Umum Pengurus Pusat PDSKJI, dr. Srimpi Indah Zulaika, F.S., Sp.K.J., Subsp. MEL(K), mengapresiasi kembali terpilihnya dr. Rini Gusya Liza sebagai Ketua PDSKJI Sumbar. 

Ia menilai kepercayaan tersebut menjadi bukti keberhasilan kepemimpinan sebelumnya sekaligus peluang untuk melanjutkan berbagai program yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

Ia menambahkan, tantangan kesehatan mental saat ini terus berkembang seiring perubahan sosial, kemajuan teknologi digital, serta tekanan ekonomi. Karena itu, Pengurus Pusat PDSKJI siap mendukung berbagai program di Sumatera Barat, termasuk memperkuat pendampingan psikososial bagi masyarakat di daerah yang masih terdampak bencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update