Notification

×

Iklan

Mahyeldi Resmikan Kampung Zakat di Nagari Ampalu

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:34 WIB Last Updated 2026-07-09T15:34:00Z

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meresmikan ZCD. 

Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meresmikan Program Zakat Community Development (ZCD) Kampung Zakat di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (9/7/2026). 

Program hasil kolaborasi BAZNAS RI, Limapuluh Kota - BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, Kementerian Agama, pemerintah daerah, serta sejumlah lembaga zakat ini ditujukan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong pemulihan ekonomi melalui pengembangan industri tenun sebagai potensi unggulan nagari.

Mahyeldi mengatakan, kehadiran Kampung Zakat tidak hanya menjadi simbol peluncuran sebuah program, tetapi juga menjadi awal lahirnya peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. 

Menurutnya, zakat harus mampu dimanfaatkan sebagai instrumen yang mendorong lahirnya usaha produktif, meningkatkan pendapatan warga, serta mempercepat kebangkitan ekonomi daerah, khususnya setelah berbagai tantangan yang dihadapi pascabencana.

Ia menilai pengembangan tenun sebagai sektor utama merupakan pilihan yang tepat karena selain memiliki nilai ekonomi tinggi, juga menjadi bagian dari warisan budaya Minangkabau. Dengan pendampingan yang berkesinambungan, Mahyeldi optimistis produk tenun Nagari Ampalu mampu bersaing di pasar nasional hingga mancanegara.

Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga mutu produk, menghadirkan inovasi, serta memperluas jaringan pemasaran. Pemerintah, katanya, akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk membuka akses pasar sehingga hasil tenun masyarakat semakin dikenal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

Selain itu, Mahyeldi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dalam menunaikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Ia menyebut potensi dana sosial keagamaan di Sumatera Barat sangat besar apabila dikelola secara profesional dan diarahkan untuk mendukung pembangunan serta pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, penerima manfaat program diharapkan mampu berkembang hingga menjadi pihak yang turut menunaikan zakat. Dengan demikian, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, Wakil Ketua BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Mokhamad Mahdum, menjelaskan bahwa Program Kampung Zakat Nagari Ampalu memperoleh dukungan anggaran hampir Rp1,9 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, serta pemberdayaan kelompok penenun melalui Program ZCD.

Khusus bagi para perajin tenun, BAZNAS menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari peralatan yang lebih modern, pelatihan keterampilan, pembangunan tempat produksi, hingga skema pembayaran upah sejak awal proses pembuatan. 

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menambah pendapatan pengrajin, sekaligus memperluas pemasaran produk tenun Ampalu hingga ke pasar internasional melalui jaringan BAZNAS RI.

Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota, Safni, menegaskan pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan Kampung Zakat dengan memperkuat produk unggulan daerah dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat. 

Pada kesempatan yang sama, PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh juga menyerahkan bantuan pemasangan listrik gratis kepada tujuh keluarga kurang mampu yang berada di kawasan Kampung Zakat.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri jajaran BAZNAS RI, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, Kementerian Agama, PLN, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang mendukung pengembangan Kampung Zakat di Nagari Ampalu.(Adpsb/rmz/bud)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update