Notification

×

Iklan

Mahyeldi Ajak Warga Jadikan Hidup Bersih sebagai Budaya

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:19 WIB Last Updated 2026-07-10T22:19:00Z

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah foto bersama sejumlah pejabat

Padang, Rakyatterkini.com  - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan hidup bersih sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. 

Menurutnya, terciptanya lingkungan yang sehat, nyaman, dan bebas dari sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Gerakan Indonesia Asri (ASRI) 2026 yang mengusung tema "Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat, Indonesia Hebat" di Lapangan Pantai Cimpago Purus, Kota Padang, Jumat (10/7/2026). 

Program ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya nasional mewujudkan lingkungan yang aman, bersih, sehat, dan indah.

Mahyeldi menilai Gerakan Indonesia Asri sejalan dengan ajaran agama sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam membangun budaya hidup bersih. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi secara konsisten karena menjaga kebersihan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan manfaat berupa kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup yang lebih baik.

Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dan rendahnya kesadaran dalam mengelola limbah rumah tangga menyebabkan pemerintah harus mengeluarkan anggaran yang sangat besar setiap tahunnya.

Mahyeldi mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Padang mengalokasikan sekitar Rp24 miliar per tahun untuk penanganan sampah. Besarnya anggaran tersebut, kata dia, merupakan dampak dari masih kurangnya kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Selain menguras anggaran, kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) di berbagai daerah juga mulai mengalami kelebihan kapasitas. Hal serupa turut terjadi di TPA Regional Sumatera Barat yang melayani sejumlah kabupaten dan kota.

Karena itu, Mahyeldi menegaskan bahwa solusi persoalan sampah tidak cukup hanya dengan memperluas kapasitas TPA. Langkah yang lebih penting adalah membangun kesadaran masyarakat untuk mengurangi produksi sampah, memilah, dan mengelolanya sejak dari sumber.

Ia juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Upaya tersebut meliputi penegakan peraturan daerah secara humanis, penertiban baliho dan spanduk yang melanggar aturan, larangan memasang paku di pohon pelindung, penataan pedagang kaki lima, hingga memberikan edukasi agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.

Mahyeldi menambahkan, sampah yang menumpuk di kawasan pantai sebagian besar terbawa dari aliran sungai. Oleh sebab itu, edukasi kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai perlu terus ditingkatkan agar pencemaran dapat dicegah sejak dari hulu.

Pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri 2026 di Sumatera Barat turut diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti aksi bersih lingkungan, transformasi humanis Satpol PP dan Satlinmas, penanaman pohon, pasar murah, serta donor darah. Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah, TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.

Acara itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, para kepala Satpol PP kabupaten/kota se-Sumbar, serta pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Melalui Gerakan Indonesia Asri, Mahyeldi berharap tumbuh kesadaran bersama untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya hidup sehingga tercipta lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update