Jakarta, Rakyatterkini.com - Pihak berwenang masih menyelidiki kecelakaan maut yang melibatkan kereta api barang dan sepeda motor di perlintasan rel Kokrosono, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (20/7/2026) pagi. Insiden tersebut menyebabkan seorang anak meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal diketahui bernama Zafran Ibrahim Al Mujahid (12), siswa sekolah dasar. Ia sempat mendapatkan penanganan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, Hafiz Raihan Ali dan Rujito mengalami cedera di bagian kepala dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai Rujito dengan membonceng dua anak melintasi perlintasan kereta.
Kendaraan tersebut kemudian tertabrak kereta api barang yang sedang melintas hingga menghantam bagian belakang sepeda motor.
Seorang warga di sekitar lokasi, Eko, mengungkapkan bahwa pengendara diduga tetap melintasi rel meski sudah diperingatkan warga. Saat itu, Rujito disebut tengah mengantar kedua anaknya ke sekolah.
Akibat benturan keras, ketiga korban terpental ke sisi jalan. Warga bersama petugas segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban menggunakan ambulans menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Polisi menduga kecelakaan terjadi karena sepeda motor menerobos perlintasan saat kereta api sudah mendekat. Kedua korban anak diketahui masih mengenakan seragam sekolah ketika peristiwa itu terjadi.
Sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian belakang akibat hantaman kereta.
Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang menyampaikan rasa prihatin atas insiden tersebut. Pihak KAI menyebut masinis telah membunyikan klakson sebagai peringatan sebelum tabrakan terjadi dan mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan saat melintasi perlintasan kereta api.
Kasus ini kini ditangani Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polrestabes Semarang. Aparat masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.(da*)


