Jakarta, Rakyatterkini.com – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim satu dari tiga kapal tanker minyak yang mencoba melintasi jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau mengalami ledakan dan terbakar pada Kamis. Sementara itu, dua kapal tanker lainnya disebut memilih memutar balik setelah insiden tersebut.
Dalam pernyataan yang dikutip Press TV, IRGC menyebut ketiga kapal tanker tersebut merupakan kapal yang mendukung kepentingan Amerika Serikat dan berusaha melewati jalur yang telah dipasangi ranjau di sisi selatan Selat Hormuz.
Menurut IRGC, ledakan yang menimpa salah satu kapal membuat dua kapal lainnya segera menghentikan pelayaran dan berbalik arah.
IRGC juga menegaskan bahwa tidak ada kapal tanker minyak yang diizinkan melintas, baik untuk masuk maupun keluar, melalui jalur tersebut.
Mereka memperingatkan bahwa setiap kapal yang tetap mencoba melewati kawasan itu tanpa melakukan koordinasi dengan Republik Islam Iran akan menghadapi konsekuensi serupa.
Sebelumnya, pada Rabu (22/7), Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi menyatakan bahwa jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau. Ia mengingatkan para operator kapal agar tidak mengikuti dorongan Amerika Serikat untuk tetap melintasi kawasan tersebut karena dinilai berisiko terhadap keselamatan kapal dan investasi mereka.
Di hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan bahwa negaranya akan menghancurkan infrastruktur penting di Iran, seperti jembatan atau pembangkit listrik, termasuk yang berada di Teheran, apabila Iran kembali menyerang kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.(da*)


