Padang, Rakyatterkini.com — Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang setiap 7 Agustus selalu memiliki makna istimewa bagi masyarakat. Pada tahun 2026, ketika kota ini genap berusia 357 tahun, perayaan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan VOC pada 1669, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Minangkabau kepada dunia melalui program Taste of Padang Experience 2026.
Melalui tema besar "Road to Gastronomy City", Pemerintah Kota Padang berupaya memperkuat langkah menuju pengakuan sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy pada 2027. Untuk mendukung target tersebut, rangkaian HJK yang berlangsung pada 6–10 Agustus 2026 dikemas dalam bentuk festival budaya, kuliner, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Mengangkat tema "Warisan Rasa Kebanggaan Bangsa", seluruh agenda dirancang untuk menampilkan kekayaan kuliner sekaligus memperlihatkan keharmonisan masyarakat multietnis di Kota Padang. Tradisi makan bersama Bajamba hingga atraksi penyajian makanan khas Padang menjadi bagian utama dalam memperkenalkan identitas budaya daerah.
Selama lima hari penyelenggaraan, berbagai kawasan seperti Batang Arau, Kota Tua, Pantai Cimpago, dan Youth Center akan menjadi pusat pelaksanaan beragam kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan.
Kamis, 6 Agustus 2026
Perayaan diawali dengan sejumlah kegiatan ilmiah dan edukatif. Universitas Bung Hatta menggelar Waste Management Symposium, sementara Universitas Negeri Padang menjadi lokasi penandatanganan nota kesepahaman serta seminar internasional di bidang pendidikan.
Pada malam harinya, Pantai Padang akan diramaikan Festival Telong-Telong di kawasan Danau Cimpago. Ratusan lampion dengan berbagai bentuk akan menghiasi kawasan pesisir sebagai simbol peringatan strategi masyarakat Minangkabau dalam menghadapi VOC pada masa lampau. Tahun ini, festival tersebut juga dipadukan dengan arak-arakan budaya menuju puncak HJK.
Jumat, 7 Agustus 2026
Hari ulang tahun Kota Padang diawali dengan Rapat Paripurna DPRD Kota Padang. Bersamaan dengan itu, Padang Gastronomy Market resmi dibuka di kawasan Batang Arau dengan menghadirkan pelaku UMKM kuliner, pengusaha rempah, hingga pelaku industri makanan dan minuman.
Sepanjang hari juga berlangsung Salaju Sampan, perlombaan perahu tradisional yang melintasi rute Batang Palinggam hingga Batang Arau sebagai bentuk pelestarian budaya maritim masyarakat Minangkabau.
Sore harinya digelar pembukaan instalasi seni sekaligus peresmian Jembatan Hildesheim yang dirangkaikan dengan aksi bersih sungai dan penanaman pohon.
Pusat perhatian kemudian beralih ke Padang Bajamba Festival di Youth Center. Tradisi makan bersama dalam satu talam besar akan menjadi daya tarik utama, lengkap dengan pertunjukan manatiang piriang, yaitu atraksi membawa tumpukan piring khas rumah makan Padang.
Malamnya, Padang Harmoni Festival menghadirkan pertunjukan musik tradisional dan modern di panggung utama Batang Arau.
Sabtu, 8 Agustus 2026
Agenda akhir pekan difokuskan pada gaya hidup sehat dan kegiatan sosial. Sejak pagi, peserta mengikuti Gowes Siti Nurbaya yang melintasi sejumlah ikon Kota Padang.
Padang Gastronomy Market dan Salaju Sampan memasuki hari kedua, sementara kegiatan donor darah digelar di Batang Arau serta 11 puskesmas di berbagai kecamatan.
Peserta BOM RUN juga mulai mengambil race pack di Kupi Batigo sebagai persiapan lomba lari keesokan harinya.
Malam hari kembali dimeriahkan pertunjukan Padang Harmoni Festival.
Minggu, 9 Agustus 2026
Hari keempat menjadi puncak kegiatan olahraga melalui BOM RUN yang mengambil start di Pantai Cimpago. Ribuan pelari diperkirakan mengikuti ajang tersebut sambil menikmati panorama pesisir Kota Padang.
Di Batang Arau, digelar Talks on Taste, forum diskusi yang menghadirkan pakar gastronomi, sejarawan, dan chef untuk membahas kekayaan kuliner Minangkabau sebagai bagian dari upaya menjadikan Padang sebagai Kota Gastronomi UNESCO.
Salaju Sampan memasuki babak final, sementara pasar kuliner dan donor darah tetap berlangsung.
Pada malam hari, Padang Fashion Summit resmi dibuka di Hotel ZHM dengan menampilkan karya desainer lokal serta kain tradisional Sumatera Barat. Di saat bersamaan, program Xploria Padang mengajak pengunjung menikmati wisata malam menyusuri kawasan Kota Tua yang kaya nilai sejarah.
Senin, 10 Agustus 2026
Hari terakhir perayaan diisi dengan lanjutan Padang Fashion Summit, sekaligus penutupan Padang Gastronomy Market dan kegiatan donor darah.
Rangkaian HJK ke-357 Kota Padang kemudian ditutup melalui Padang Harmoni Festival yang menjadi puncak hiburan sekaligus penegasan komitmen Kota Padang dalam menjaga dan mempromosikan warisan kuliner Minangkabau ke tingkat internasional.
Melalui Taste of Padang Experience 2026, Pemerintah Kota Padang tidak hanya menyelenggarakan perayaan ulang tahun daerah, tetapi juga membangun strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memadukan sejarah, budaya, olahraga, industri kreatif, hingga diplomasi kuliner.
Pemilihan kawasan Batang Arau dan Kota Tua sebagai lokasi utama penyelenggaraan menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali jejak Padang sebagai pelabuhan perdagangan rempah yang bersejarah. Pengunjung pun dapat merasakan pengalaman autentik, mulai dari menikmati rendang di daerah asalnya, mengikuti tradisi Bajamba, hingga menyaksikan atraksi khas manatiang piriang yang menjadi identitas budaya Minangkabau.(da*)


