Notification

×

Iklan

Hari Keempat, Haikal di Pasaman Belum Ditemukan

Kamis, 09 Juli 2026 | 17:16 WIB Last Updated 2026-07-09T10:16:00Z

Pencarian Bocah Diduga Hanyut di Pasaman Masuki Hari Keempat

Pasaman, Rakyatterkini.com - Operasi pencarian terhadap Haikal (3,5), balita yang diduga hanyut di aliran sungai di Jorong 7 Saroha, Nagari Koto Tapan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, memasuki hari keempat pada Rabu (8/7/2026). Hingga pencarian dihentikan pada sore hari, korban masih belum berhasil ditemukan.

Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang melalui Pos SAR Pasaman memulai operasi sejak pukul 07.30 WIB. Pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai dengan cakupan sekitar tiga kilometer yang dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan penyisiran melalui jalur darat dan sungai. Berbagai peralatan pendukung turut dikerahkan, di antaranya perahu karet (LCR), drone thermal, ambulans, kendaraan operasional, serta perlengkapan SAR air, peralatan medis, komunikasi, dan mountaineering.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan seluruh personel terus mengoptimalkan pencarian menggunakan berbagai metode. 

Menurutnya, penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai serta sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban, baik dengan berjalan kaki, menggunakan perahu karet, maupun bantuan drone thermal. Namun hingga operasi ditutup pada hari keempat, Haikal belum ditemukan.

Berdasarkan laporan tim di lapangan, hasil pencarian hingga pukul 18.00 WIB masih nihil. Operasi kemudian dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan pada Kamis (9/7/2026) mulai pukul 07.30 WIB.

Abdul Malik menyampaikan bahwa tim gabungan akan mengevaluasi hasil pencarian sebelumnya sekaligus memperluas area pencarian pada operasi berikutnya. 

Ia berharap korban dapat segera ditemukan dan mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi agar segera melapor kepada petugas jika menemukan petunjuk yang berkaitan dengan keberadaan Haikal.

Haikal dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, bocah tersebut bermain di area persawahan tidak jauh dari rumah ketika kedua orang tuanya sedang memasak dan mencuci piring. 

Setelah selesai beraktivitas, orang tuanya tidak lagi melihat Haikal di lokasi bermain. Karena di sekitar area terdapat aliran sungai, korban diduga terbawa arus.

Warga bersama pemerintah nagari telah melakukan pencarian sejak hari pertama, namun belum membuahkan hasil. Selanjutnya, bantuan dari Basarnas pun diminta untuk memperkuat proses pencarian.

Operasi SAR melibatkan sedikitnya 57 personel gabungan, terdiri dari sembilan anggota Pos SAR Pasaman, enam personel BPBD Pasaman, masing-masing satu personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta sekitar 40 warga setempat. 

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan. Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah tidak adanya jaringan komunikasi di kawasan pencarian.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update