Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan mengalami tiga kali erupsi pada Selasa (7/7/2026) siang.
Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.400 meter, disertai hujan abu dan suara gemuruh yang terdengar hingga ke wilayah sekitar gunung.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi, erupsi terakhir terjadi pada pukul 11.37 WITA. Kolom abu teramati membumbung sekitar 1.400 meter di atas puncak atau mencapai ketinggian sekitar 2.984 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas pekat bergerak ke arah barat hingga barat laut.
Data seismograf mencatat aktivitas letusan memiliki amplitudo maksimum 47,3 milimeter dengan durasi sekitar 1 menit 27 detik.
Saat ini, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat maupun wisatawan diminta tidak memasuki atau beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan petugas terkait, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Selain ancaman erupsi, warga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila terjadi curah hujan tinggi, terutama di aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawokote.
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, disarankan untuk selalu mengenakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.
Pemerintah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada serta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan demi menjaga keselamatan.(da*)


