Notification

×

Iklan

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Abu Capai 200 Meter

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:48 WIB Last Updated 2026-07-02T20:48:00Z

Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda 

Jakarta, Rakyatterkini.com - Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Kamis (2/7/2026). Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai sekitar 200 meter di atas puncak gunung.

Peristiwa erupsi itu sempat direkam dalam video amatir yang memperlihatkan munculnya kembali aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau setelah sebelumnya berada dalam kondisi relatif stabil sejak Desember 2024.

Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau melaporkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang mulai terdeteksi sejak 18 Juni 2026. Peningkatan tersebut ditandai dengan bertambahnya frekuensi gempa embusan, aktivitas getaran vulkanik, hingga tremor yang berlangsung semakin intens.

Pemantauan melalui citra satelit Sentinel juga menunjukkan kemunculan titik panas di sekitar area puncak gunung. Indikasi tersebut mengarah pada adanya pergerakan magma yang sedang naik menuju permukaan.

Aktivitas vulkanik mencapai puncaknya pada Kamis siang saat kolom abu berwarna abu-abu hingga hitam pekat membumbung setinggi kurang lebih 200 meter dan bergerak ke arah barat laut mengikuti hembusan angin.

Hasil pencatatan seismograf menunjukkan erupsi memiliki amplitudo maksimum sebesar 23 milimeter. Walaupun tinggi kolom abu masih tergolong rendah, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan setelah mendeteksi sebanyak 20 kali gempa hybrid serta tremor menerus yang menandakan suplai magma ke permukaan masih berlangsung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi, menjelaskan bahwa pemantauan terhadap aktivitas gunung terus dilakukan secara intensif guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya aktivitas erupsi.

"Sejak erupsi terakhir pada Desember 2024, aktivitas Krakatau relatif tenang. Namun, mulai 18 Juni lalu terjadi peningkatan kegempaan dan embusan yang menunjukkan adanya potensi aktivitas vulkanik," kata Andi.

Hingga kini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat, nelayan, serta wisatawan diminta tidak memasuki area dalam radius dua kilometer dari kawah aktif demi menjaga keselamatan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update