Notification

×

Iklan

Gudang Amunisi TNI di Madiun Meledak, 1 Prajurit Tewas

Jumat, 17 Juli 2026 | 03:27 WIB Last Updated 2026-07-16T20:27:00Z

TNI AD masih menyelidiki penyebab ledakan di gudang amunisi Madiun. 

Jakarta, Rakyatterkini.com  – TNI Angkatan Darat masih melakukan penyelidikan terkait ledakan yang terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Kamis (16/7/2026).

Untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut, TNI AD telah membentuk tim investigasi. Peristiwa itu mengakibatkan seorang prajurit meninggal dunia, sementara enam personel lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa ledakan terjadi ketika personel sedang melaksanakan pemeriksaan dan perawatan amunisi di salah satu gudang penyimpanan.

"Dalam kejadian tersebut, satu personel meninggal dunia, empat orang mengalami luka berat, dan dua lainnya mengalami luka ringan," ujar Donny dalam konferensi pers, Kamis (16/7/2026).

Setelah insiden terjadi, seluruh korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Selain itu, satuan terkait juga langsung melaporkan kejadian sesuai prosedur dan jalur komando yang berlaku.

Donny mengatakan, TNI AD telah mengambil berbagai langkah awal pascakejadian, di antaranya memberikan pendampingan kepada para korban dan keluarganya, berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, serta membentuk tim investigasi guna mengusut penyebab ledakan secara menyeluruh.

"Tim investigasi akan melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti kronologi dan penyebab insiden tersebut," katanya.

Ledakan dilaporkan terjadi pada Kamis pagi di kompleks Gudang Pusat Munisi, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Seluruh korban kemudian dibawa ke RSUD Caruban untuk menjalani perawatan.

Pantauan di rumah sakit menunjukkan sejumlah personel TNI dan Polisi Militer berjaga di sekitar Instalasi Gawat Darurat (IGD). Aktivitas aparat juga tampak meningkat menyusul terjadinya ledakan.

Hingga kini, lokasi pasti sumber ledakan serta penyebabnya masih belum dapat dipastikan. Informasi sementara menyebutkan ledakan diduga berasal dari salah satu bagian di dalam kompleks gudang amunisi, namun hal itu masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari tim investigasi TNI AD.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update