Notification

×

Iklan

Gerakan Tobat Ekologis Padang Pariaman Diuji Lewat Aksi Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:19 WIB Last Updated 2026-07-15T12:19:00Z

Gerakan Tobat Ekologis di Padang Pariaman Diuji di Tengah Ancaman Bencana

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com – Pencanangan Gerakan Tobat Ekologis Nasional di Kabupaten Padang Pariaman menjadi langkah awal yang harus dibuktikan melalui tindakan nyata. Gerakan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak langsung dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga abrasi pantai.

Dengan kondisi wilayah yang memiliki kawasan pesisir cukup luas serta daerah perbukitan yang rawan mengalami longsor, Padang Pariaman membutuhkan upaya perlindungan lingkungan secara berkelanjutan. Melalui gerakan ini, pemerintah mendorong berbagai langkah awal, mulai dari penghijauan di lahan kritis hingga penguatan ekosistem kawasan pesisir.

Perubahan kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi faktor penting keberhasilan gerakan tersebut. Upaya seperti penanaman pohon, rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan harus dilakukan secara konsisten agar risiko bencana akibat perubahan cuaca ekstrem dapat ditekan.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan dampak kerusakan akibat bencana yang terjadi di daerah tersebut telah menimbulkan kerugian besar hingga lebih dari Rp33 triliun. Selain kerugian material, bencana juga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan berbagai fasilitas umum.

Menurut Mahyeldi, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlangsungan alam.

“Gerakan Tobat Ekologis merupakan upaya untuk membangun kesadaran bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan ikut memperkuat langkah mitigasi bencana,” katanya.

Ia juga menyambut baik kehadiran Menteri Lingkungan Hidup RI di Padang Pariaman yang dinilai dapat memperkuat pelaksanaan program pelestarian lingkungan di Sumatera Barat. Pemerintah provinsi, lanjutnya, akan memperluas gerakan tersebut melalui sekolah, perguruan tinggi, hingga berbagai instansi pemerintahan.

Selain penghijauan, Pemprov Sumbar juga terus mendorong budaya pengelolaan sampah secara mandiri. Kantor pemerintahan dan sekolah yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah diarahkan untuk mampu mengelola sampah sendiri sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa Gerakan Tobat Ekologis Nasional merupakan gerakan bersama untuk memperbaiki kondisi lingkungan Indonesia, bukan sekadar kegiatan simbolis.

Ia menyebut persoalan lingkungan seperti sampah, pencemaran mikroplastik, kerusakan hutan, lahan kritis, hingga dampak kegiatan pertambangan membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Penyelesaiannya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga memerlukan peran dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum.

Jumhur optimistis target penyelesaian persoalan sampah nasional dalam dua tahun dapat tercapai apabila seluruh pihak bergerak bersama dengan komitmen yang kuat dan berkelanjutan.

Pencanangan Gerakan Tobat Ekologis Nasional di Padang Pariaman diharapkan menjadi pemicu lahirnya gerakan lingkungan yang lebih luas. Melalui langkah sederhana seperti menanam pohon, menjaga wilayah pesisir, serta mengelola sampah dengan baik, masyarakat dapat ikut memperkuat ketahanan lingkungan dan mengurangi dampak bencana di masa depan.

Dengan adanya gerakan ini, Padang Pariaman tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan agenda nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, aman, dan berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update