Notification

×

Iklan

FIFA World Cup 2026, ‘Pesta” Para Imigran Afrika dan Eropa!

Minggu, 19 Juli 2026 | 13:55 WIB Last Updated 2026-07-19T06:55:34Z


Catatan Piala Dunia: Rizal Rajo Alam

ERA pemain Imigran sebenarnya bukan fenomena baru dalam kancah sepakbola dunia. Ketika Indonesia menaturalisasi sejumlah pemain keturunan, hal itu seperti menjadi era baru. Padahal sejak pertamna kali Pila Dunia digelar di Uruguai 1930 silam, tren pemain keturunan sudah dimulai.

Artinya, pemain yang punya riwayat dengan asal-usulnya berpeluang untuk bermain di mana ia mau. Bisa di negara kelahirannya. Bisa di negara asal nenek moyang atau ibu dan bapaknya. Bisa juga atas dasar kemauan sendiri meski tak ada kaitan dengan garis keturunan, asal sesuai dengan aturan dan perundang-undangan di negara bersangkutan.

Indonesia saja, meski tak lolos ke Piala Dunia, sampai tahun ini sudah mengubah status sebanyak 20 pemain menjadi pemain Diaspora. Sebagian besar dilakukan era kepelatihan Sin Tae Yong, pelatih asal Korea Selatan yang nyaris mengantar ke Piala Dunia 2026. 

Kalau saja ia tak diganti Petrick Kluivert, mungkin dari 48 kontestan Piala Dunia di daratan Amerika itu salah satunya adalah Timnas Garuda. Seandainya.

Kembali ke Piala dunia 2026. Ada pertanyaan yang menggelikan di berbagai media sosial. ”Adakah negara peserta Piala Dunia 2026 yang tidak diperkuat pemain Imigran atau Diaspora?

Pertanyaan itu wajar. Karena tontonan yang tayang setiap hari hampir satu setengah bulan ini di TVRI, nyaris semua tim punya pemain yang berbeda dari kewajaran warga negara yang dibela. Yang paling dominan adalah pemain berkulit hitam. Mayoritas asal Afrika. Sesungguhnya pemain Diaspora yang berkulit sama dengan negara yang dibelasnya juga tak sedikit.

Dari 48 negara peserta Piala Dunia tahun ini, hanya delapan negara yang murni dibela oleh warga negara asal mereka. Sisanya, 40 negara lainnya diperkuat oleh pemain keturunan, baik dari benua Afrika maupuan Eropa.

Bahkan, ada satu negara peserta yang  hanya satu pemainnya yang lahir di negaraa yang ia bela. Dari 26 pemain yang didaftarkan lahir di negara lain. Itulah Curacao. 

Negara Otonom di bawah kekuasaan Kerajaan Belanda merupakan kepuluan yang terletak di Laut Karibia Selatan. Semua pemainnya lahir di Belanda kecuali gelandang serang Tahith Chong. Itupun, sejak usia 8 tahun ia sudah pindah ke Belanda untuk menimba ilmu sepakbola.

Lalu, negara mana saja yang bersih dari pemain keturunan di pentas Piala Dunia tahun ini.  Brasil dan Columbia adalah dua negara Amerika Latin yang bebas Diaspora serta Panama mewakili Amerika Tengah. 

Eropa diwakili tiga negara bebas pemain turunan, yakni Swedia, Asutria dan Cekoslowekia. Sisanya adalah Arab Saudi di Asia dan Afrika Selatan di benua Afrika.

Nah, untuk negara yang menggunakan pemain pendatang mungkin terlalu banyak dan bersileweran di berbagai negara, termasuk negara-negara yang sejak awal difavoritkan bakal lolos ke semifinal dan final.

Inggris, peraih peringkat ketiga setelah mengalahkan Prancis 6-4 di partai perebutan tempat ketiga dan enmpat tadi subuh, diperkuat 10 pemain yang berbeda warna kulit. 

Setidaknya ada 10 pemain berkulit hitam BERDARAH Afrika yang membela negara kerajaan itu. Dan mereka adalah bintang yang tak hanya memberi warna lapangan, tetapi juga memberi cahaya kemenangan bagi timnya.

Lawanya Prancis, nyaris sama dengan Inggris. Ada belasan pemain “asing” yang bercokol di tim Ayam Jago itu. Yang menonjol  Gilian Mbape, striker haus gol yang menjadi target gol dilini depan.

Dua tim finalis, Spanyol dan Argentina, juga tak luput dari kekuatan si hitam asal Afrika. Yang menarik, bek Tengah Spanyol, Aymeric Laporte, justru lahir di Prancis dan sempat memperkuat tim usia muda negara kelahirannya sebelum pindah ke Spanyol. 

Lainnya adalah sang fenomenal Lamine Yamal. Benar, ia lahir dan besar di Spanyol. Tetapi ayah dan ibunya adalah keturunan Aljazair dan Ghana Afrika. 

Berikut penyerang sayap Nico Williamas, adalah pemain berdarah Ghana. Alejandro Balde, bek kiri, yang bermain di klub Barcelona, pemain berdarah Guenie Bissau dan ibunya asal Dominika. Terakhir Cristhian Moquera, keturunan Columbia.

Terus, adakah pemain keturunan di Timnas Argentina?

Argentina berada di Benua Amerika, teopatnya di Amerika Latin. Tetapi percayakah anda kalau pemain timnas mereka sebagian besar keturunan Eropa. Bahkan mega bintang mereka era 80-an, Diego Armando Maradona, adalah pemain keturunan Italia.

Lionel Messi, ikon Tim Tanggo, punya asal usul yang sama Maradona. Sang bintang dan kapten tim itu lahir dari bapak dan ibu yang secara garus keturunan berasal dari Eropa, Italia.

Lainnya seperti Mac Allister merupakan cucu orang Irlandia yang lahir di Argentina. Juga Nico Paz dan Alejandro Garnacho, jutsri lahir dan besar di Spanyol. Dan di final Piala Dunia 2026, justru mereka akan menghadang negara kelahiran dan yang membesarkannya. (*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update