Notification

×

Iklan

Disdik Solok Perkuat Penerapan Kurikulum Anti Narkoba

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:10 WIB Last Updated 2026-07-16T18:11:40Z

Disdik Kota Solok Sebut Implementasi IKAN Diintegrasikan ke Mata Pelajaran Siswa

Solok, Rakyatterkini.com – Dinas Pendidikan Kota Solok menegaskan bahwa penerapan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) tidak berhenti pada tahap peluncuran program semata. Kurikulum tersebut harus diterapkan secara konsisten dalam kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Lusya Adelina, Rabu (15/7/2026), mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan implementasi IKAN berjalan sesuai tujuan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Menurutnya, setiap sekolah nantinya diwajibkan menyampaikan laporan pelaksanaan program setiap tiga bulan. Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana materi anti narkoba telah diterapkan dalam proses pembelajaran.

Selain pengawasan rutin, Disdik Kota Solok juga akan memperkuat implementasi kurikulum melalui berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan siswa, seperti lomba pembuatan video edukasi bertema anti narkoba. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta didik sekaligus mendorong keterlibatan aktif mereka dalam kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Yuniarti, menjelaskan bahwa materi mengenai bahaya narkoba tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri. Materi tersebut diintegrasikan ke dalam sejumlah mata pelajaran yang relevan.

Ia mencontohkan, pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), guru dapat menyisipkan materi tentang obat-obatan dan zat berbahaya, termasuk dampak negatif penyalahgunaan narkoba. Sementara pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta Pendidikan Agama, pembelajaran lebih diarahkan pada pembentukan karakter dan sikap untuk menolak penyalahgunaan narkoba.

Di mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa juga dapat diberikan tugas membuat karangan, cerita, atau narasi yang mengangkat tema pencegahan narkoba sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami.

Tak hanya melalui pembelajaran di kelas, Disdik Kota Solok juga mendorong sekolah menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan perlombaan bertema anti narkoba, seperti lomba paduan suara Mars Anti Narkoba, pertunjukan drama teatrikal, hingga pembentukan duta anti narkoba di lingkungan sekolah.

Guru pun didorong memanfaatkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, termasuk membuat video pembelajaran mengenai bahaya narkoba. Hasil karya tersebut nantinya akan menjadi bagian dari proses evaluasi implementasi program.

Untuk mendukung penerapan yang merata di seluruh satuan pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Solok juga sedang menyusun perencanaan pembelajaran yang memuat materi tentang bahaya narkoba, langkah-langkah pencegahan, serta upaya membangun kesadaran siswa terhadap risiko penyalahgunaan narkoba dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui berbagai strategi tersebut, Dinas Pendidikan Kota Solok berharap Integrasi Kurikulum Anti Narkoba dapat diterapkan secara optimal sehingga menjadi salah satu langkah nyata dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update