Notification

×

Iklan

Bentrokan di Menteng, Satu Tewas Satu Kritis

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:19 WIB Last Updated 2026-07-26T15:19:00Z

Lokasi bentrokan di Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat

Jakarta, Rakyatterkini.com – Bentrokan antara dua kelompok warga terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026). 

Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan dalam kondisi kritis.

Di lokasi kejadian, aparat kepolisian telah memasang garis polisi di area yang diduga menjadi titik utama bentrokan. Lahan kosong yang berada di kawasan tersebut diketahui sering dijadikan tempat berkumpul sekelompok pemuda oleh warga sekitar.

Bekas kerusuhan tampak jelas, mulai dari beberapa sepeda motor yang hangus terbakar, kursi-kursi yang berserakan, bagian tembok bangunan yang mengalami kerusakan, hingga pecahan botol kaca yang tersebar di sejumlah titik. Personel Brimob juga masih bersiaga untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai bentrokan sekitar pukul 10.00 WIB. 

Setelah menerima informasi tersebut, polisi bersama jajaran Polsek Menteng langsung menuju lokasi untuk mengendalikan situasi.

Meski sempat dilakukan upaya pembubaran, banyaknya massa yang terlibat membuat bentrokan sulit dihentikan sehingga menimbulkan korban jiwa dan sejumlah orang diamankan.

Dari lokasi kejadian, polisi mengevakuasi dua korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Selain itu, delapan orang yang diduga terlibat dalam bentrokan dari kedua kelompok turut dibawa ke Polsek Menteng untuk menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan perkembangan terbaru, satu dari dua korban yang sempat dirawat di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia, sedangkan korban lainnya masih dalam kondisi kritis.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bentrokan bermula dari perselisihan di sebuah warung makan. Diduga, salah satu kelompok yang datang untuk membeli sarapan merasa tidak puas dengan pelayanan yang diterima. 

Setelah sempat menggeber sepeda motor dan meninggalkan lokasi, mereka kembali bersama sejumlah rekannya dan diduga merusak gerobak penjual nasi uduk.

Aksi tersebut memicu reaksi warga sekitar yang kemudian berkembang menjadi bentrokan terbuka antara dua kelompok.

Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki identitas kelompok yang terlibat serta status lahan yang menjadi lokasi kejadian. Dari hasil olah tempat kejadian perkara sementara, petugas belum menemukan adanya senjata tajam yang digunakan dalam bentrokan tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update