Padang, Rakyatterkini.com – Seorang siswi berusia 10 tahun yang duduk di bangku kelas III SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, meninggal dunia. Pihak keluarga menduga korban menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah sebelum kesehatannya menurun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah keluarga mengungkap perubahan kondisi NH usai pulang dari sekolah pada Kamis (23/7). Saat tiba di rumah, korban disebut terlihat pendiam, murung, dan menunjukkan rasa takut yang tidak biasa.
Ayah korban, Wahid Al Amin, mengatakan putrinya mulai mengeluhkan sakit beberapa jam setelah berada di rumah. Meski telah diberikan obat, kondisi NH justru terus memburuk.
Pada hari berikutnya, korban tidak mengikuti kegiatan belajar karena merasakan nyeri hebat di bagian pinggang. Keluhan tersebut semakin parah hingga membuatnya kesulitan bergerak.
Menjelang malam, NH mengalami demam tinggi yang disertai rasa sakit pada bagian pinggang. Keluarga kemudian berencana membawanya ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis.
Namun, proses evakuasi sempat mengalami kendala lantaran korban mengaku sangat kesakitan setiap kali hendak dipindahkan. Setelah tiba di rumah sakit, tim medis langsung melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, keluarga menyebut tidak ditemukan tanda-tanda luka pada bagian luar tubuh korban. Meski demikian, pemeriksaan medis mengindikasikan adanya cedera di bagian dalam berupa pergeseran tulang di area pinggang.
Wahid menduga cedera tersebut berkaitan dengan kejadian yang dialami putrinya saat berada di sekolah. Ia menduga NH sempat didorong hingga bagian pinggangnya membentur benda atau permukaan yang keras.
Selain dugaan insiden tersebut, keluarga juga mengaku bahwa NH diduga telah beberapa kali mengalami tindakan perundungan sejak masih duduk di kelas I SD. Menurut mereka, dugaan perundungan itu dilakukan oleh siswa yang sama.
Pihak keluarga berharap penyebab pasti meninggalnya NH dapat diungkap melalui penyelidikan yang menyeluruh agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.(da*)


