Notification

×

Iklan

Antrean BBM Mengular di Sejumlah SPBU Solok

Rabu, 08 Juli 2026 | 01:27 WIB Last Updated 2026-07-07T19:27:55Z

Antrean Panjang di SPBU Solok

Solok, Rakyatterkini.com – Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Solok dipadati antrean kendaraan pada Selasa (7/7/2026). 

Sejak pagi, pengendara sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan angkutan terlihat mengantre untuk memperoleh BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar.

Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 10.00 WIB, antrean panjang tampak di SPBU Banda Panduang. Meski pasokan Bio Solar saat itu belum tersedia, kendaraan tetap berbaris dari dua arah dengan panjang antrean mencapai sekitar 200 meter sambil menunggu distribusi BBM datang.

Situasi serupa terjadi di SPBU Koto Baru. Deretan truk, bus, pikap, dan kendaraan lainnya memenuhi badan jalan dengan panjang antrean diperkirakan melebihi satu kilometer demi mendapatkan Bio Solar.

Di SPBU Sumani, kondisi tak jauh berbeda. Antrean mobil bahkan meluas hingga keluar dari area SPBU dengan panjang hampir 100 meter. Di tengah padatnya antrean, pihak SPBU melalui pengeras suara mengumumkan bahwa persediaan Pertalite mulai menipis.

Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran para pengendara yang telah lama menunggu giliran mengisi bahan bakar. Mereka cemas kehabisan stok sebelum dapat melakukan pengisian.

Seorang pengendara mengaku tetap memilih menunggu karena harga Pertalite dinilai lebih ekonomis dibandingkan Pertamax. Menurutnya, selisih harga membuat Pertalite menjadi pilihan utama meski harus menghabiskan waktu cukup lama di antrean.

Pengendara sepeda motor lainnya yang hendak menuju Padang juga memilih mengisi BBM di SPBU Sumani. Ia menilai antrean di lokasi tersebut masih lebih singkat dibandingkan SPBU lain dan mengaku sudah menunggu sekitar 15 menit.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab terbatasnya stok BBM yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Solok. Kondisi tersebut membuat perjalanan para pengguna jalan menjadi lebih lambat dan aktivitas masyarakat ikut terganggu.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update