Notification

×

Iklan

Andre: BBM di Sumbar Tidak Langka

Sabtu, 25 Juli 2026 | 03:52 WIB Last Updated 2026-07-24T22:52:57Z

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade meninjau pekerjaan 

Padang, Rakyatterkini.com  – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Barat masih dalam kondisi aman. 

Menurutnya, antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan terganggunya proses distribusi akibat perbaikan Jembatan Bungus.

Penjelasan tersebut disampaikan Andre saat meninjau langsung proyek perbaikan Jembatan Bungus di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Jumat (24/7/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi serta Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Area Sumatera Barat Fakhri Rizal Hasibuan.

Andre menjelaskan, perbaikan jembatan menyebabkan arus kendaraan diberlakukan sistem buka-tutup sehingga mobil tangki pengangkut BBM dari Fuel Terminal Teluk Kabung mengalami keterlambatan menuju berbagai SPBU di Sumatera Barat.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan BBM tetap mencukupi. Kendala yang terjadi saat ini hanya pada distribusi akibat proses perbaikan infrastruktur.

Untuk mempercepat penyaluran BBM, Pertamina telah menerapkan sejumlah langkah. Fakhri Rizal Hasibuan mengatakan Fuel Terminal Teluk Kabung mulai beroperasi selama 24 jam penuh sejak 23 Juli 2026 guna meningkatkan kelancaran distribusi.

Selain itu, Pertamina juga menambah sekitar 15 hingga 20 unit mobil tangki beserta awaknya dari luar Sumatera Barat agar pengiriman BBM ke SPBU dapat berlangsung lebih cepat.

Menurut Fakhri, volume penyaluran harian juga ditingkatkan sekitar 9–10 persen untuk wilayah Sumatera Barat dan 15–18 persen khusus Kota Padang. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama proses perbaikan jembatan berlangsung.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga Juli 2026, realisasi distribusi Pertalite telah mencapai sekitar 78 persen dari kuota bulanan, sementara penyaluran Solar berada di kisaran 12–13 persen.

Sementara itu, Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi menjelaskan Jembatan Bungus yang dibangun pada 2004 mengalami kerusakan pada bagian lantai sehingga perlu segera diperbaiki untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Meski sebelumnya pekerjaan ditargetkan rampung pada 14 September 2026, BPJN kini berupaya mempercepat penyelesaian sehingga jembatan diharapkan sudah bisa difungsikan kembali pada 14 Agustus 2026.

Andre mengapresiasi percepatan yang dilakukan BPJN, namun meminta Pertamina menambah armada mobil tangki selama masa perbaikan agar distribusi BBM semakin lancar dan antrean di SPBU segera berkurang.

Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk lebih aktif memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penyebab terganggunya distribusi BBM. Menurutnya, komunikasi yang jelas diperlukan agar masyarakat memahami bahwa yang terjadi bukanlah kelangkaan BBM, melainkan keterlambatan distribusi akibat perbaikan Jembatan Bungus.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update