![]() |
| Sebanyak 60 Kelompok Silek Tuo Hadiri Balenong di Selayo |
Solok, Rakyatterkini.com - Sebanyak 60 kelompok silek tradisi ambil bagian dalam kegiatan Balenong Silek Tuo yang berlangsung di Balai Adat Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antarperguruan sekaligus menjaga kelestarian seni bela diri tradisional Minangkabau.
Dari total peserta, sebanyak 40 sasaran silek berasal dari Kabupaten Solok, sedangkan 20 sasaran lainnya datang dari Kota Solok. Kegiatan ini diinisiasi oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Daswippetra.
Daswippetra menjelaskan, pertemuan di Nagari Selayo merupakan pelaksanaan Balenong Silek Tuo yang keenam sepanjang tahun 2026. Kali ini, Silek Tuo Kumango Nagari Selayo dipercaya menjadi tuan rumah setelah kegiatan sebelumnya digelar di Nagari Aripan.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Solok diperkirakan memiliki lebih dari 200 sasaran silek tuo. Namun hingga saat ini, baru 64 sasaran yang telah terdata secara resmi. Sementara di Kota Solok, jumlah sasaran yang telah tercatat baru mencapai 20.
Menurutnya, apabila seluruh sasaran silek berhasil didata dan diinventarisasi dengan baik, maka akan dibuka peluang untuk menyelenggarakan festival silek tuo berskala besar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Nagari Selayo yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Daswippetra berharap Balenong Silek Tuo dapat terus digelar secara rutin sehingga keberadaan silek tradisi semakin dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi muda, baik di Kabupaten Solok, Kota Solok, maupun di seluruh Sumatera Barat.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengatakan bahwa dahulu terdapat sekitar 200 aliran silek tradisi di Sumatera Barat. Namun kini hanya sekitar 50 aliran yang masih bertahan.
Ia menilai berkurangnya jumlah aliran tersebut dipengaruhi oleh menurunnya minat generasi muda yang menganggap silek tradisi kurang menarik.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen menghidupkan kembali kecintaan terhadap silek melalui program Silek Masuk Sekolah yang akan diterapkan di jenjang SMA.(da*)


