Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Turki berencana melakukan pembaruan besar pada jalur kereta api Hejaz yang memiliki nilai sejarah, sekaligus memperluas rutenya hingga ke Oman.
Langkah ini ditujukan untuk menghadirkan jalur perdagangan global alternatif selain Selat Hormuz. Rencana tersebut disampaikan oleh Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloglu.
Uraloglu menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya bertujuan menghidupkan kembali jalur lama, tetapi juga mengembangkannya agar dapat dimanfaatkan untuk sektor pariwisata dan transportasi modern.
Pada tahap awal, proyek akan difokuskan pada koneksi Turki menuju Aleppo dengan memanfaatkan jalur yang sudah ada, yakni rute Aleppo–Damaskus–Yordania.
Di saat yang sama, pemerintah Turki masih melanjutkan pembicaraan dengan pihak Arab Saudi terkait kelanjutan proyek tersebut.
Ia menegaskan bahwa target jangka panjangnya adalah memperpanjang jalur hingga mencapai Oman agar terhubung langsung ke laut, sehingga dapat menjadi opsi strategis pengganti jalur perdagangan melalui Selat Hormuz.
Selain itu, Uraloglu juga menyinggung proyek Jalan Pembangunan sepanjang sekitar 1.200 kilometer yang menghubungkan Teluk Basra di Irak hingga perbatasan Turki. Ia menyebut tahap perencanaan proyek tersebut telah rampung.
Koridor ini dirancang sebagai jalur terpadu yang mencakup jalan raya, rel kereta, jaringan energi, serta komunikasi. Pembangunannya akan didukung pendanaan internasional melalui kerja sama antara Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, dan Turki. Namun, pelaksanaannya masih menunggu kondisi kawasan yang lebih kondusif.
Terkait Koridor Zangezur yang menjadi bagian penting dari Koridor Tengah, Uraloglu menyampaikan bahwa proses tender untuk jalur Kars–Igdir–Aralik–Dilucu sepanjang 224 kilometer di wilayah Turki telah selesai dan kini memasuki tahap konstruksi.
Pemerintah Turki juga terus memantau perkembangan pembangunan jalur di wilayah Armenia, guna memastikan konektivitas yang lebih efisien menuju negara-negara Turki dan kawasan Asia Tengah.
Dalam kesempatan yang sama, Uraloglu menyoroti pengembangan jalur kereta di Jembatan Yavuz Sultan Selim di Istanbul sebagai langkah penting untuk meningkatkan kapasitas angkutan barang.
Ia menambahkan bahwa pembiayaan proyek tersebut telah diperoleh dari enam lembaga internasional yang dipimpin oleh Bank Dunia, dengan kesepakatan awal yang sudah ditandatangani. Pemerintah menargetkan proses tender segera dimulai dalam waktu dekat, dengan pembangunan fisik dijadwalkan sebelum akhir tahun menggunakan pinjaman sebesar 6,75 miliar dolar AS untuk meningkatkan kapasitas transportasi antara Eropa dan Asia.(da*)


