Notification

×

Iklan

Sumbar Diusulkan Jadi Daerah Istimewa

Senin, 22 Juni 2026 | 03:46 WIB Last Updated 2026-06-21T21:47:27Z

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy bersama Menbud

Bukittinggi, Rakyatterkini.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, mengajukan gagasan agar Provinsi Sumatera Barat memperoleh status sebagai Daerah Istimewa.

Usulan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam acara Jam Gadang Cultural Night 2026. Kegiatan ini menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian peringatan 100 tahun Jam Gadang yang berlangsung di kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi, pada Sabtu malam (20/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Vasko menyampaikan gagasan tersebut di hadapan Menbud, keluarga Syafruddin Prawiranegara, keluarga Mohammad Hatta, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Ia menegaskan bahwa Sumatera Barat memiliki peran penting dalam sejarah bangsa sehingga layak mendapatkan status khusus.

Menurutnya, kontribusi daerah tersebut dalam menjaga keberlangsungan Republik Indonesia, terutama pada masa perjuangan kemerdekaan, menjadi alasan kuat. Ia mencontohkan Bukittinggi yang pernah berperan sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di masa genting.

Vasko menilai bahwa pemberian status Daerah Istimewa merupakan bentuk penghargaan atas jasa besar masyarakat dan tokoh Sumbar dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia juga optimistis usulan ini dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat bersatu untuk memperjuangkannya, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Menanggapi hal tersebut, Fadli Zon menyatakan dukungannya terhadap gagasan tersebut. Meski demikian, ia menekankan bahwa prosesnya harus melalui kajian mendalam dan langkah yang serius.

Fadli menilai Sumatera Barat memiliki dasar historis yang kuat untuk memperoleh status tersebut. Ia menyebut bahwa tidak banyak daerah yang pernah menjadi pusat pemerintahan negara, selain Jakarta dan Yogyakarta, termasuk Bukittinggi.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan PDRI di Bukittinggi menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Indonesia. Pada masa itu, pemerintahan darurat yang dipimpin Syafruddin Prawiranegara berhasil menjaga eksistensi negara di tengah Agresi Militer Belanda.

Acara Jam Gadang Cultural Night 2026 sendiri tidak hanya menjadi penutup peringatan satu abad Jam Gadang, tetapi juga menjadi ajang refleksi atas perjalanan sejarah Bukittinggi dan Sumatera Barat dalam perjuangan bangsa. Berbagai pertunjukan seni dan budaya turut memeriahkan kegiatan tersebut, sekaligus mengingatkan kembali peran penting daerah ini dalam sejarah Republik Indonesia.

Dukungan dari Menteri Kebudayaan terhadap usulan tersebut semakin membuka peluang bagi berbagai pihak untuk terus mendorong pengakuan atas kontribusi historis Sumatera Barat sebagai bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update