![]() |
| Sepekan di Sumatera Barat: Dari Laporan PETI ke Kapolri hingga Siaga Banjir Rob dan Kebakaran Padang |
Padang, Rakyatterkini.com – Sejumlah kejadian penting mewarnai wilayah Sumatera Barat selama sepekan terakhir, mulai Senin (8/6/2026) hingga Minggu (14/6/2026).
Berbagai isu strategis muncul ke permukaan, mulai dari tekanan terhadap penegakan hukum lingkungan, potensi bencana hidrometeorologi, kebakaran di kawasan padat penduduk, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana.
Beragam pihak seperti aktivis lingkungan, BMKG, hingga perusahaan negara turut bergerak merespons situasi yang menjadi perhatian publik tersebut.
Berikut lima peristiwa utama yang menonjol di Sumatera Barat dalam periode sepekan terakhir:
1. Walhi Desak Penindakan Tambang Emas Ilegal di Sumbar
Organisasi lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Barat melaporkan meningkatnya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kepada Kapolri pada Selasa (9/6/2026).
Mereka meminta aparat kepolisian pusat turun langsung karena aktivitas tambang ilegal tersebut diperkirakan sudah mencapai lebih dari 10.000 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten/kota. Berdasarkan data pemerintah daerah per 8 Juni 2026, kerusakan lingkungan akibat aktivitas ini dinilai telah memicu dampak ekologis luas yang merugikan ratusan ribu warga. Selain itu, aktivitas PETI juga disebut berkontribusi terhadap kelangkaan solar subsidi hingga 80 persen serta memicu gesekan sosial di masyarakat.
2. Kebakaran Besar Hanguskan 34 Bangunan di Pasar Raya Padang
Kebakaran hebat terjadi di kawasan padat penduduk Kampung Jao Dalam, area Pasar Raya Padang, pada Jumat (12/6/2026) sore.
Api melahap total 34 bangunan yang terdiri dari dua rumah utama, 32 unit rumah kontrakan, serta satu gudang suku cadang sepeda motor. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang menurunkan 10 unit mobil pemadam dan sekitar 100 personel untuk memadamkan api di lokasi yang aksesnya cukup sempit. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 miliar, sementara puluhan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
3. BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Banjir Rob
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi di wilayah pesisir Sumatera Barat hingga 17 Juni 2026.
Fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru atau Super New Moon yang menyebabkan peningkatan pasang air laut di atas kondisi normal. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain pesisir Kota Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, hingga Kepulauan Mentawai. Masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas pelabuhan, diminta meningkatkan kewaspadaan.
4. Hutama Karya Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Di sektor infrastruktur, PT Hutama Karya (Persero) melakukan percepatan berbagai proyek pemulihan, termasuk pembangunan sistem air bersih dan akses jalan di daerah terdampak bencana.
Selain memastikan operasional Tol Padang–Sicincin tetap berjalan lancar, perusahaan pelat merah tersebut melaporkan progres proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pascabencana di Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, dan Kota Padang telah mencapai 18,49 persen. Proyek ini ditargetkan dapat memulihkan layanan air bersih bagi lebih dari 102 ribu sambungan rumah tangga yang terdampak banjir bandang sebelumnya.
5. KAI Sumbar Tutup Perlintasan Liar Demi Keselamatan
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II Sumatera Barat mengambil langkah tegas dengan menutup tiga titik perlintasan kereta api ilegal di jalur Lubuk Alung–Pariaman pada Senin (8/6/2026).
Penutupan ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang yang tidak memiliki penjagaan. Sepanjang tahun 2026, KAI Sumbar telah menutup total 17 titik perlintasan liar sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan transportasi nasional.(da*)


