Solok Selatan, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menempatkan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai salah satu program utama pada tahun mendatang.
Komitmen tersebut bahkan telah disampaikan Bupati Solok Selatan,Khairunas, kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Selasa, 2 Juni 2026.
Setelah bertemu dengan Direktur Jenderal Kawasan Permukiman, Fitra M. Nur, Khairunas menjelaskan bahwa rumah yang akan disediakan berupa rumah tapak. Pemerintah daerah akan menyiapkan lahan pembangunan sehingga harga jual hunian bisa ditekan karena tidak dibebani biaya pembelian tanah.
Program ini direncanakan menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui Tapera. Dengan skema tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh rumah dengan harga lebih terjangkau, karena pengembang tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk lahan yang telah disediakan dan dihibahkan oleh pemerintah.
Lokasi pembangunan perumahan direncanakan berada di lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) di kawasan Golden Arm. Berdasarkan surat dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional tahun 2017 terkait pemanfaatan tanah objek reforma agraria eks HGU di Desa Suka Bumi, Lubuk Gadang, pemerintah daerah memperoleh alokasi lahan seluas sekitar 250 hektare.
Penetapan ini juga diperkuat melalui Surat Keputusan Bupati Solok Selatan Nomor 130.262-2017 mengenai peruntukan lahan eks HGU PT Golden Arm dengan total luas mencapai 1.837 hektare.
Selain program perumahan bagi MBR, pemerintah daerah juga mengusulkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk sekitar 900 unit rumah pada tahun depan.
Tak hanya itu, Pemkab Solok Selatan juga merencanakan pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi aparatur sipil negara (ASN). Proyek ini akan mencakup satu tower dengan kapasitas sekitar 50 hingga 100 unit hunian.
Kepala Dinas PKPLH-Hub Solok Selatan, Alvino Sendra, menyebutkan bahwa Rusunawa tersebut akan dibangun di area Rumah Sakit Batang Sangir yang berada di Nagari Lubuak Malako. Hunian ini diprioritaskan bagi ASN yang bertugas di rumah sakit tersebut, namun tetap terbuka bagi ASN lainnya.
Pembangunan Rusunawa ini diharapkan dapat menyediakan tempat tinggal yang terjangkau bagi ASN, sekaligus berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi pemerintah daerah sebagai pengelola di masa mendatang.(da*)


