Notification

×

Iklan

SIMO dan SIMI Jadi Maskot Resmi SIMSALABIM Solok Selatan

Selasa, 23 Juni 2026 | 10:17 WIB Last Updated 2026-06-23T10:55:46Z


Padang Aro, Rakyatterkini.com  – Pemerintah Kabupaten Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Tim Penggerak PKK memperkenalkan SIMO dan SIMI sebagai maskot resmi dari aplikasi Sistem Informasi Dasawisma Langsung, Bermanfaat, Inovatif, dan Mandiri (SIMSALABIM).

Peresmian maskot ini dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pemerintah daerah dan BPS Solok Selatan, sekaligus pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Senin (22/6/2026).

Kehadiran SIMO dan SIMI menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya data yang valid, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk mendukung terwujudnya program “Satu Data” di Solok Selatan.

Ketua TP PKK Solok Selatan, Erniati Khairunas, menjelaskan bahwa SIMO dan SIMI tidak hanya sekadar karakter visual, tetapi juga melambangkan semangat kolaborasi dalam menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.

Ia menuturkan, kedua maskot tersebut merepresentasikan nilai kebersamaan, budaya Minangkabau, serta semangat generasi modern yang tetap menjunjung adat dan tradisi. Keduanya juga menjadi simbol gerakan Satu Data yang lebih dekat, mudah dipahami, dan ramah bagi masyarakat.

“SIMO dan SIMI menjadi representasi nilai adat, budaya, dan persatuan. Mereka sekaligus mencerminkan semangat baru dalam membangun sistem data yang lebih terbuka dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, SIMO digambarkan sebagai sosok yang penuh semangat, optimis, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang benar. Sementara SIMI memiliki karakter yang lebih tenang, peduli, serta inovatif dalam mendampingi proses pendataan di lapangan.

Menurut Erniati, pendataan bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi proses penting untuk memahami kondisi masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan keluarga, serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Dalam praktiknya, SIMO dan SIMI akan berperan sebagai duta edukasi sekaligus pendamping petugas lapangan yang melakukan pendataan langsung ke masyarakat. Data yang dihimpun kemudian diinput melalui aplikasi SIMSALABIM, mencakup berbagai aspek yang dibutuhkan pemerintah untuk perencanaan pembangunan.

Dengan data yang akurat dan terintegrasi, pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun program seperti bantuan sosial, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat secara lebih tepat sasaran.

Keberadaan SIMO dan SIMI juga menunjukkan perkembangan teknologi dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya. 

Keduanya menjadi simbol bahwa Solok Selatan tetap berpegang pada nilai adat Minangkabau, sekaligus siap beradaptasi dengan era digital menuju sistem Satu Data yang lebih baik.  (alwis)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update