Jakarta, Rakyatterkini.com – Shin Tae-yong dikenal sebagai sosok yang sudah terbiasa menghadapi tekanan dalam dunia kepelatihan. Pengalamannya membuat ia memiliki cara tersendiri untuk mengatasi tantangan selama menukangi Persija Jakarta.
Sejak dipercaya membesut tim berjuluk Macan Kemayoran, Shin menyadari besarnya harapan yang datang dari manajemen klub maupun para pendukung. Meski demikian, ia meyakini bahwa persiapan yang matang menjadi kunci utama untuk meredam tekanan tersebut.
1. Pandai Mengendalikan Tekanan
Shin menilai, seorang pelatih harus mampu mengelola tekanan bahkan sebelum pertandingan dimulai. Dengan perencanaan yang baik, beban yang dirasakan bisa diminimalkan.
Ia menjelaskan bahwa posisi pelatih memang sarat tekanan. Namun, dengan mempersiapkan segala sesuatunya jauh hari, tekanan itu bisa dikendalikan dengan lebih baik.
Pelatih berusia 57 tahun itu juga mengungkapkan kebiasaannya dalam mempersiapkan tim. Ia biasanya fokus menyusun strategi secara intens hingga dua hari sebelum pertandingan.
Setelah itu, tepat sehari sebelum laga, ia memilih untuk mengurangi beban pikiran agar bisa menjalani pertandingan dengan lebih tenang. Cara tersebut menurutnya efektif untuk menjaga kondisi mental tetap stabil.
Selain itu, Shin turut menyinggung hubungan antara pelatih dan suporter yang tidak selalu berjalan mulus. Ia memahami bahwa kritik adalah hal yang wajar, terutama ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
2. Mental Tangguh Jadi Kunci
Mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut menegaskan bahwa mental kuat sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai komentar dari luar. Ia tidak menghindari kritik, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
Menurutnya, pujian dan celaan dari suporter adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karena itu, ia memilih untuk menyikapinya dengan tenang.
Ia juga berusaha melihat kritik sebagai cermin untuk memperbaiki diri. Dengan pola pikir seperti itu, tekanan yang muncul justru berubah menjadi motivasi untuk berkembang dan meningkatkan kualitas tim.(da*)


