Notification

×

Iklan

Serangan Iran ke Kuwait Tewaskan 1 Orang, 63 Luka

Kamis, 04 Juni 2026 | 03:44 WIB Last Updated 2026-06-03T23:55:04Z

Iran menyerang Bandara Internasional Kuwait.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Serangan udara yang dilancarkan Iran ke wilayah Kuwait pada Rabu (3/6/2026) dilaporkan menewaskan satu orang serta melukai 63 orang lainnya. 

Aksi tersebut dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dengan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain sebagai bentuk balasan atas serangan terhadap Pulau Qeshm di kawasan Selat Hormuz.

Selain menyasar fasilitas militer, rudal balistik dan drone yang digunakan Iran juga menghantam Bandara Internasional Kuwait, menyebabkan kerusakan serius pada terminal penumpang.

Sejumlah fasilitas vital lainnya turut terdampak, termasuk kantor misi diplomatik yang mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Kuwait dalam pernyataannya mengecam keras aksi tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya memiliki hak untuk merespons serangan itu sesuai ketentuan hukum internasional.

“Serangan brutal yang terus berlanjut dari Iran kami kecam dengan tegas,” demikian pernyataan Kemlu Kuwait.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kuwait, Abdullah Al Sanad, menyampaikan total korban luka mencapai 63 orang, dengan tujuh di antaranya harus menjalani tindakan operasi darurat.

Para korban terdiri dari pekerja bandara dan penumpang, dengan berbagai tingkat cedera mulai dari patah tulang, luka serius di kepala, pendarahan otak, hingga amputasi.

Pemerintah Kuwait juga menegaskan mereka memiliki hak penuh untuk mengambil langkah balasan yang dianggap perlu sesuai hukum internasional.

Dalam pernyataan lanjutannya, Kuwait menolak keras tindakan agresi tersebut dan menilai serangan itu berpotensi memperburuk eskalasi konflik serta mengancam stabilitas kawasan.

Mereka juga menyebut aksi tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, Piagam PBB, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 Tahun 2026.

Kuwait menegaskan kedaulatan, keamanan, serta keselamatan warga negara maupun pendatang merupakan batas yang tidak dapat dilanggar.

Selain itu, pemerintah Kuwait memperingatkan serangan berulang seperti ini mencerminkan pola tindakan agresif yang tidak akan ditoleransi dalam bentuk apa pun. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update