Notification

×

Iklan

Semen Padang Perkuat Sistem Pengukuran Emisi Karbon

Kamis, 11 Juni 2026 | 05:22 WIB Last Updated 2026-06-11T01:09:48Z

Bimtek kuantifikasi dan pelaporan emisi GRK.

Padang, Rakyatterkini.com – PT Semen Padang kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kuantifikasi dan Pelaporan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) tingkat organisasi. 

Kegiatan ini digelar di Wisma Indarung pada Selasa hingga Kamis (9–11 Juni 2026).

Bimtek tersebut menghadirkan pemateri dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kulit, Karet, dan Plastik, yakni Iwan Fajar Pahlawan dan Eko Sulistyo Wibowo. 

Kegiatan dibuka langsung oleh Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, serta diikuti peserta dari berbagai unit kerja yang akan terlibat dalam proses penghitungan, evaluasi, hingga pelaporan emisi karbon perusahaan.

Andria Delfa menegaskan pelatihan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat daya saing, terutama dalam mendukung ekspansi pasar ekspor yang kini semakin menuntut penerapan standar keberlanjutan dan kepedulian lingkungan.

Ia menjelaskan, kebutuhan sertifikasi emisi gas rumah kaca semakin penting seiring meningkatnya aktivitas ekspor PT Semen Padang, termasuk produk semen tipe 52,5 N yang dipasarkan ke wilayah Reunion Island. 

Dalam komunikasi dengan mitra internasional, perusahaan dituntut menunjukkan kepatuhan terhadap standar ISO 14064 sebagai acuan global dalam pengukuran dan pelaporan emisi GRK.

Menurutnya, keberlanjutan kini telah menjadi bagian penting dalam proses bisnis modern. Kemampuan perusahaan dalam menghitung dan melaporkan emisi secara akurat menjadi syarat utama untuk memperkuat posisi di pasar global.

Meski selama ini PT Semen Padang telah melakukan penghitungan emisi dengan metode yang diakui industri semen internasional, sertifikasi ISO 14064 tetap diperlukan sebagai langkah lanjutan agar data emisi perusahaan memiliki pengakuan yang lebih luas di tingkat dunia.

Andria juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti Bimtek dengan serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses sertifikasi perusahaan ke depan. 

Ia menambahkan di tengah persaingan industri semen yang semakin ketat, aspek keberlanjutan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing sekaligus membuka peluang pasar ekspor yang lebih besar.

Selain itu, ia menegaskan program ini bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi merupakan bagian dari kontribusi bersama dalam mendukung pencapaian target perusahaan pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sementara itu, Kepala Unit Sistem Manajemen PT Semen Padang, Arie Ronaldo, menjelaskan Bimtek ini menjadi tahap awal dari penguatan sistem penghitungan emisi karbon perusahaan yang ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Ia menyebutkan perusahaan sebelumnya telah menggunakan pendekatan World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) dalam penghitungan emisi. Data tersebut kemudian akan disesuaikan untuk penyusunan inventarisasi emisi berdasarkan standar ISO 14064-1:2018.

Melalui kegiatan ini, perusahaan ingin memastikan seluruh proses perhitungan karbon, mulai dari pengumpulan data, metode perhitungan, hingga pelaporan dan verifikasi berjalan sesuai standar internasional.

Setelah pelatihan, PT Semen Padang akan membentuk tim khusus yang bertugas melakukan penghitungan emisi secara mandiri. Tim ini akan dipimpin oleh Departemen Perencanaan dan Pengadaan Produksi sebagai penanggung jawab proses, dengan dukungan berbagai unit terkait sebagai penyedia data maupun sumber emisi.

Arie menargetkan, pada Juli 2026 hasil penghitungan emisi perusahaan sudah melalui proses verifikasi dan validasi sehingga dapat digunakan sebagai data resmi yang diakui secara internasional.

Ia juga menambahkan program ini menjadi persiapan penting dalam menghadapi berbagai regulasi terkait pengendalian emisi karbon, termasuk mekanisme Nilai Ekonomi Karbon (NEK) serta aturan perdagangan internasional yang mensyaratkan pelaporan jejak karbon produk.

Menurutnya, tuntutan pelaporan emisi kini semakin ketat, terutama untuk pasar ekspor seperti Eropa, sehingga kesiapan sistem pengukuran karbon menjadi kebutuhan strategis perusahaan.

Dari sisi lembaga pendamping, Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Padang, Dindin Syafruddin, memberikan apresiasi atas langkah proaktif PT Semen Padang dalam menerapkan pengelolaan emisi gas rumah kaca.

Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi nyata antara industri dan pemerintah dalam mendorong transformasi menuju industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Menurutnya, pendampingan seperti ini penting untuk memastikan industri mampu menerapkan standar pengurangan emisi secara tepat. Ia juga menilai PT Semen Padang sebagai salah satu perusahaan pionir di Asia Tenggara yang konsisten dalam menerapkan prinsip keberlanjutan.

Melalui Bimtek ini, PT Semen Padang menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat tata kelola lingkungan perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing produk semen nasional di pasar global melalui penerapan standar internasional yang berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update