Notification

×

Iklan

Semen Padang Dorong Pembangunan Huntap Pakai Sepablock di Padang Panjang

Selasa, 09 Juni 2026 | 23:06 WIB Last Updated 2026-06-09T16:06:00Z

Suasana kegiatan sosialisasi penggunaan Semen Padang 

Padang Panjang, Rakyatterkini.com — PT Semen Padang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pemulihan daerah yang terdampak bencana melalui inovasi material bangunan yang lebih efisien, aman, dan ramah konstruksi. 

Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), perusahaan ini mendorong pemanfaatan Semen Padang Bata Interlock atau Sepablock untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Mandiri bagi warga terdampak bencana di Kota Padang Panjang, Sumatra Barat.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat, sebanyak 11 unit Huntap Mandiri akan dibangun di wilayah tersebut dengan menggunakan teknologi Sepablock. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp60 juta untuk setiap unit rumah. Saat ini, satu unit rumah telah mulai dikerjakan sebagai proyek percontohan, sementara sepuluh unit lainnya akan segera menyusul setelah para penerima manfaat dinyatakan siap.

Sebagai tahap awal pelaksanaan, PT Semen Padang mengadakan sosialisasi mengenai keunggulan dan karakteristik Sepablock kepada warga penerima bantuan Huntap Mandiri BNPB. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Lurah Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang, Rully Hardian, dan diikuti oleh sejumlah warga penerima manfaat. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman teknis secara menyeluruh sebelum proses pembangunan dimulai.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dijalankan pemerintah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan Sepablock lebih dekat kepada masyarakat agar semakin dikenal dan dapat menjadi alternatif dalam pembangunan rumah yang berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan Sepablock tidak hanya berfokus pada percepatan pembangunan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Harapannya, Sepablock tidak hanya menghadirkan bangunan yang berdiri cepat, tetapi juga hunian yang layak, nyaman, dan bermartabat bagi warga terdampak bencana. Ini merupakan bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pemulihan dan menghadirkan solusi konstruksi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Dari sisi teknis, Staf Unit Produksi BIP dan Aplikasi PT Semen Padang, Doni Maizwar, menjelaskan bahwa Sepablock mampu mempercepat proses pembangunan berkat sistem penguncian (interlock) yang presisi. Teknologi ini dinilai cocok digunakan untuk pembangunan hunian darurat maupun permanen di wilayah rawan bencana.

Ia menyebutkan bahwa satu unit rumah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 hari, jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional seperti bata merah atau batako, tanpa mengurangi kualitas dan kekuatan struktur bangunan.

“Sepablock telah memenuhi berbagai aspek penting dalam pembangunan hunian tetap. Selain mempercepat proses konstruksi, material ini juga memiliki ketahanan yang baik, termasuk terhadap gempa, sehingga sangat sesuai untuk wilayah terdampak bencana,” jelasnya.

Doni juga menambahkan bahwa sistem pemasangan yang sederhana membuat proses kerja di lapangan lebih efisien, sekaligus mengurangi potensi kesalahan pekerja serta menekan biaya dan tenaga kerja, namun tetap memenuhi standar keamanan yang ditetapkan BNPB.

Kebijakan penggunaan material ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Sekretaris BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang, Rully Hardian, menyampaikan bahwa BNPB telah menetapkan Sepablock sebagai material utama dalam pembangunan Huntap Mandiri di wilayah tersebut, sehingga diperlukan pemahaman yang sama antara semua pihak terkait.

Ia juga mengajak warga untuk melihat langsung proyek percontohan yang sedang dibangun di Kelurahan Silaing Bawah, milik salah satu penerima manfaat bernama Ayu.

Melalui kunjungan tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung bentuk, proses, serta kekuatan konstruksi dari penggunaan Sepablock.

Ayu sendiri mengaku puas dengan perkembangan pembangunan rumahnya. Ia menilai proses pembangunan berlangsung lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan metode konvensional.

“Saat ini rumah saya masih dalam tahap pengerjaan. Menurut saya, produk ini bagus dan pengerjaannya cepat. Saya berharap rumah ini segera selesai agar bisa segera ditempati bersama keluarga,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ahmad Zain, vendor konstruksi lokal yang terlibat dalam proyek tersebut. Ia menilai penggunaan Sepablock sangat membantu efisiensi pekerjaan di lapangan.

“Banyak keunggulan yang kami rasakan, terutama dari segi kecepatan dan kemudahan pemasangan,” katanya.

Dengan kolaborasi antara PT Semen Padang, BNPB, BPBD, pelaksana proyek, serta masyarakat, pembangunan 11 unit Huntap Mandiri di Padang Panjang diharapkan menjadi contoh penerapan teknologi konstruksi modern yang cepat, aman, dan efisien dalam penanganan hunian pascabencana di Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update