Notification

×

Iklan

Sawahlunto Perkuat Sinergi dengan BPOM untuk Keamanan Pangan

Selasa, 30 Juni 2026 | 14:00 WIB Last Updated 2026-06-30T07:00:00Z

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Gerakan Optimalisasi Keamanan Pangan yang digelar bersama BPOM

Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Sawahlunto kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam meningkatkan pengawasan sekaligus edukasi terkait keamanan pangan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams, saat menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi Gerakan Optimalisasi Keamanan Pangan yang digelar bersama BPOM Lokal Sijunjung di Balai Kota Sawahlunto, Senin (29/6/2026).

Rovanly menjelaskan, kegiatan monitoring dan evaluasi ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan menjadi sarana penting untuk menilai efektivitas program yang telah berjalan sekaligus menyusun strategi baru guna memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan di Kota Sawahlunto.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mengembangkan pendekatan berbasis masyarakat dengan melibatkan berbagai unsur, seperti sekolah, perangkat pemerintahan, hingga kelompok masyarakat. Melalui keterlibatan tersebut, edukasi, pendampingan, dan pengawasan terhadap keamanan pangan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkesinambungan.

Menurutnya, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan diharapkan mampu mendorong setiap keluarga berperan aktif sebagai pengawas di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Rovanly menegaskan bahwa upaya menciptakan pangan yang aman tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat agar sistem pengawasan dapat berjalan lebih efektif, kuat, dan berkelanjutan.

Ia juga optimistis kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Kota Sawahlunto dan BPOM akan memperluas jangkauan pengawasan di lapangan serta mempercepat penyampaian informasi mengenai keamanan pangan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap potensi penyalahgunaan bahan berbahaya dalam produk pangan maupun peredaran makanan yang tidak memenuhi standar keamanan dapat dicegah sedini mungkin.

Pendekatan berbasis komunitas dinilai menjadi strategi yang efektif karena mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan melibatkan lembaga pendidikan, aparatur pemerintah, serta organisasi kemasyarakatan, edukasi mengenai keamanan pangan diharapkan tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(benny)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update