Jakarta, Rakyatterkini.com - Gunung Ibu kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 09.05 WIT.
Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi kurang lebih 500 meter dari puncak gunung atau mencapai sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut. Sebaran abu terpantau bergerak ke arah timur laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, M. Richard Chaniago, menjelaskan bahwa aktivitas erupsi terekam dengan jelas melalui alat seismograf. Letusan memiliki amplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi sekitar 64 detik. Asap abu yang keluar dari kawah tampak berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal.
Dalam laporan resmi yang dirilis Badan Geologi pada Selasa (30/6/2026), disebutkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 09.05 WIT dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak Gunung Ibu.
Menanggapi peningkatan aktivitas tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat serta wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif. Selain itu, warga juga diminta menghindari area sejauh 3,5 kilometer ke arah utara yang merupakan jalur bukaan kawah karena berpotensi terdampak material erupsi.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak hujan abu vulkanik, PVMBG menyarankan penggunaan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak tercemar abu vulkanik.
PVMBG turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Seluruh informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Ibu diharapkan mengacu pada sumber resmi dari pemerintah.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus menjalin koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici serta PVMBG di Bandung guna memastikan pemantauan aktivitas vulkanik berlangsung secara berkelanjutan dan langkah mitigasi dapat dilakukan dengan cepat apabila diperlukan.(da*)


