Notification

×

Iklan

Sawahlunto Perketat Pengawasan Pelajar SMP

Kamis, 11 Juni 2026 | 07:17 WIB Last Updated 2026-06-11T00:17:00Z

Wali Kota Sawahlunto Riyanda.

Sawahlunto, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, mengimbau pihak sekolah serta orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap pelajar tingkat SMP. Imbauan ini muncul setelah adanya peningkatan kasus kenakalan remaja di kalangan usia tersebut.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di lapangan, termasuk laporan dari Kecamatan Talawi, menunjukkan adanya sejumlah pelajar SMP yang terlibat dalam aktivitas negatif. Di antaranya sering berkumpul hingga larut malam, aksi balap liar, pergaulan yang berisiko, hingga perusakan fasilitas umum.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena sebelumnya persoalan serupa lebih banyak terjadi pada pelajar tingkat SMA dan SMK. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, hal tersebut berpotensi berkembang menjadi masalah sosial yang lebih luas di masyarakat.

Untuk menindaklanjuti hal itu, Pemkot Sawahlunto meminta Dinas Pendidikan melakukan kajian mendalam guna mencari penyebab utama munculnya perilaku tersebut, mulai dari lingkungan pergaulan, aktivitas di luar jam sekolah, hingga pola pengawasan di dalam keluarga. Selain itu, camat juga diminta turun langsung ke sekolah-sekolah SMP untuk melakukan pemetaan kondisi, mengidentifikasi kelompok yang rentan, serta memperkuat deteksi dini terhadap potensi masalah sosial remaja.

Pemerintah daerah juga berencana melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta keluarga dalam memperkuat pengawasan dan pembinaan karakter generasi muda di lingkungan masing-masing. Sementara itu, pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas terus meningkatkan koordinasi dengan sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja.

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra menekankan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan anak. Ia menyebut bahwa keterlibatan keluarga dan lingkungan sangat menentukan dalam mencegah remaja terjerumus ke dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pemerintah daerah menilai, kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam me(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update