Notification

×

Iklan

Rupiah Terkapar, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

Kamis, 04 Juni 2026 | 06:45 WIB Last Updated 2026-06-03T23:45:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Nilai tukar rupiah mengalami tekanan cukup besar di pasar valuta asing. Saat pembukaan perdagangan pada Rabu (3/6/2026), rupiah melemah 0,49% dan berada di posisi Rp17.926 per dolar AS. Penurunan ini menjadikannya sebagai mata uang dengan pelemahan paling dalam di kawasan Asia pada hari tersebut.

Mengacu pada data Bloomberg hingga pukul 10.13 WIB, tidak ada mata uang Asia lain yang mengalami penurunan sedalam rupiah. Kondisi ini terjadi meskipun dolar AS secara global justru sedikit melemah. Indeks dolar AS (DXY) tercatat turun ke level 99,20 dari sebelumnya 99,22, namun rupiah tetap berada di bawah tekanan.

Sebagian besar mata uang di Asia memang ikut melemah, tetapi penurunan rupiah menjadi yang paling signifikan. Ringgit Malaysia tercatat turun 0,25%, diikuti baht Thailand sebesar 0,09%, yuan China 0,05%, serta peso Filipina 0,02%.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru menunjukkan penguatan. Dolar Taiwan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 0,12%, disusul won Korea Selatan 0,07%, yen Jepang 0,04%, dolar Singapura 0,02%, dan dolar Hong Kong 0,01%.

Tekanan juga terlihat di pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,17% atau turun 72,281 poin ke level 6.123,145 pada pukul 09.58 WIB.

Meski indeks bergerak di zona merah, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia tetap berlangsung aktif. Sebanyak 10,64 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp6,045 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 794.177 kali, sementara 144 saham tidak mengalami perubahan harga.

Pelemahan rupiah ini terjadi bersamaan dengan agenda sidang pembelaan (pledoi) Nadiem Makarim, yang turut menyinggung kondisi nilai tukar rupiah dalam kaitannya dengan kasus pengadaan Chromebook.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update