Jakarta, Rakyatterkini.com– Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi (4/6/2026) kembali tertekan hingga menembus Rp18.001 per dolar AS. Sebelumnya, kurs bahkan sempat menyentuh Rp18.015, yang menjadi posisi terlemah sejak krisis moneter 1998. Pada perdagangan Rabu, rupiah juga sudah ditutup melemah 0,71 persen di level Rp17.966.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp17.960 hingga Rp18.030 per dolar AS. Ia menjelaskan ada tiga faktor utama yang memicu pelemahan mata uang Garuda tersebut.
Faktor pertama berasal dari kondisi geopolitik global. Ketegangan di Timur Tengah meningkat, termasuk konflik Israel–Lebanon yang memanas serta laporan serangan rudal Iran ke wilayah Kuwait dan Bahrain. Selain itu, pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran juga dilaporkan mengalami kebuntuan. “Dalam beberapa hari terakhir tidak ada komunikasi antara Teheran dan Washington,” ujar Ibrahim.
Faktor kedua datang dari Amerika Serikat, terutama kebijakan The Fed. Kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi serta meningkatnya data lowongan kerja di AS membuat bank sentral diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Sementara itu, faktor ketiga berasal dari dalam negeri. Inflasi pada Mei 2026 tercatat naik menjadi 0,28 persen month to month (mtm), lebih tinggi dibandingkan April yang hanya 0,13 persen.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa pelemahan rupiah disebabkan oleh kebijakan fiskal pemerintah. Ia juga membantah isu yang menyebut dirinya meminta bank melakukan stress test di level Rp18.000 per dolar AS.
Menurut Purbaya, stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi kewenangan Bank Indonesia. Ia menilai level Rp18.000 menjadi sinyal waspada bagi pelaku impor maupun perusahaan dengan utang valuta asing.
Pelaku pasar kini menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat pada Jumat mendatang. Jika rupiah menembus Rp18.030, tekanan terhadap Bank Indonesia untuk melakukan intervensi diperkirakan akan semakin besar.(da*)


