Notification

×

Iklan

Rupiah Melemah, Ekspor Sumbar Justru Naik 30 Persen

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:11 WIB Last Updated 2026-06-04T16:56:30Z

Aktivitas bongkar muat dan ekspor empor di Pelabuhan Teluk Bayur

Padang, Rakyatterkini.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan. Hingga hari ini, kurs rupiah bahkan telah menembus angka Rp18.000 per dolar AS. 

Kondisi ini berdampak langsung pada berbagai sektor ekonomi, khususnya kegiatan ekspor dan impor yang bergantung pada transaksi menggunakan mata uang asing, terutama dolar AS.

Lantas, bagaimana perkembangan ekspor dan impor di Sumatera Barat (Sumbar)?

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, total nilai ekspor Sumatera Barat selama periode Januari hingga April 2026 mencapai US$1,035 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 30,22 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Khusus untuk April 2026, nilai ekspor tercatat sebesar US$246,87 juta atau melonjak 65,29 persen dibanding April 2025. Dari sepuluh kelompok komoditas utama, kenaikan tertinggi terjadi pada kategori ampas atau sisa industri makanan (HS 23) yang bertambah US$11,67 juta atau naik 78,05 persen.

Sebaliknya, penurunan terbesar terjadi pada kelompok minyak atsiri, kosmetik, dan produk wewangian (HS 33) yang turun sebesar US$5,57 juta atau berkurang 34,50 persen.

Secara tujuan ekspor, India menjadi negara utama dengan nilai mencapai US$267,06 juta, diikuti Pakistan sebesar US$177,39 juta dan Myanmar US$120,59 juta. Ketiga negara tersebut menyumbang sekitar 54,58 persen dari total ekspor Sumbar.

Jika dilihat berdasarkan sektor, ekspor dari industri pengolahan dan pertambangan masing-masing meningkat sebesar 31,91 persen dan melonjak tajam hingga 1.287,67 persen. Sementara itu, sektor pertanian justru mengalami penurunan sebesar 9,81 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan ekspor antara lain lemak dan minyak hewani/nabati yang mencapai US$879,26 juta (naik 36,43 persen), karet dan produk turunannya sebesar US$36,33 juta (naik 12,39 persen), produk kimia senilai US$34,30 juta (naik 35,02 persen), serta ampas industri makanan.

Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan, seperti bahan nabati, garam dan belerang, bahan penyamak dan pewarna, kopi dan rempah, buah-buahan, hingga minyak atsiri dan kosmetik.

Secara keseluruhan, sepuluh kelompok komoditas utama tersebut menyumbang 99,68 persen dari total ekspor Sumbar selama Januari–April 2026, dengan pertumbuhan mencapai 30,02 persen dibanding tahun sebelumnya.

Untuk komoditas unggulan, produk turunan kelapa sawit mendominasi ekspor, seperti refined palm oil, crude palm oil, dan berbagai fraksi cair minyak sawit.

Perkembangan Impor Sumbar

Sementara itu, nilai impor Sumatera Barat pada April 2026 tercatat sebesar US$139,11 juta, meningkat tajam hingga 260,05 persen dibandingkan April 2025.

Dalam periode Januari hingga April 2026, lonjakan terbesar terjadi pada impor bahan bakar mineral yang mencapai US$304,51 juta atau naik 290,25 persen. Sebaliknya, kelompok ampas industri makanan mengalami penurunan menjadi US$23,20 juta atau turun 7,11 persen.

Negara pemasok utama barang impor ke Sumbar didominasi oleh Singapura dengan nilai US$247,20 juta (67,83 persen), disusul Malaysia, Argentina, Kanada, dan Australia.

Secara keseluruhan, lima kelompok barang utama menyumbang sekitar 98,21 persen dari total impor atau setara US$357,92 juta. Selain bahan bakar, peningkatan juga terjadi pada impor bahan kimia organik dan pupuk.

Untuk komoditas impor utama, bahan bakar seperti bensin (RON 90–97), solar, dan aspal minyak menjadi yang paling banyak didatangkan. Selain itu, pada kelompok sisa industri makanan, impor didominasi oleh residu pengolahan kedelai dan limbah industri lainnya.

Total impor dari lima negara utama sepanjang Januari–April 2026 mencapai US$348,18 juta, meningkat signifikan sebesar 283,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya nilai impor dari negara-negara tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update