Sijunjung, Rakyatterkini.com – Mapolres Sijunjung, Sumatera Barat, sejak Minggu (7/6/2026) hingga malam hari dipadati oleh ratusan warga. Kedatangan massa ini dipicu oleh kekecewaan masyarakat terhadap salah satu pemberitaan yang dianggap kurang tepat dan dinilai merugikan citra daerah mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian ini berawal dari insiden amukan massa di kawasan Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, yang menimpa seorang pria berinisial J. Pria tersebut diduga merupakan wartawan dari salah satu media.
Untuk meredam situasi agar tidak semakin memanas di lokasi kejadian, pihak kepolisian kemudian mengamankan J dan membawanya ke Mapolres Sijunjung.
Namun, situasi tidak berhenti di sana. Ratusan warga kemudian mendatangi Mapolres Sijunjung untuk meminta penjelasan terkait pemberitaan yang sebelumnya ditulis oleh J, terutama yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan emas di wilayah tersebut.
Perwakilan masyarakat menegaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk meminta klarifikasi langsung atas informasi yang dianggap tidak akurat dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah warga.
Hingga Minggu sore, massa masih terlihat bertahan di sekitar Mapolres Sijunjung. Aparat kepolisian pun meningkatkan pengamanan di area pintu masuk guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.
Meskipun tetap tertib, warga diketahui masih menunggu penjelasan resmi yang dinilai lebih objektif dari pihak terkait.
Sampai malam hari, keramaian di sekitar Mapolres Sijunjung masih belum mereda, karena masyarakat menanti proses mediasi atau klarifikasi dari pihak kepolisian.(da*)


