Solok, Rakyatterkini.com - Semangat menjaga dan melestarikan budaya Minangkabau kembali terlihat dalam kegiatan Silaturahmi Saikek Sakabek Arek yang digelar di SDN 05 Aripan, Kabupaten Solok..
Acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh berbagai sanggar seni serta perguruan silek dari sejumlah wilayah di Solok Raya. Dalam kegiatan tersebut, Sanggar Kubang Sati bertindak sebagai tuan rumah pelaksana tahun ini.
Kegiatan ini berada di bawah naungan Sanggar Saikek Sakabek Arek, sebuah wadah yang menaungi sanggar seni dan perguruan silek di Kabupaten Solok dan sekitarnya. Mengangkat tema “Menjaga Kesenian Tradisional Sebagai Kultur Minangkabau”, acara ini menjadi ajang silaturahmi, pertukaran pengetahuan, sekaligus ruang pelestarian seni tradisi di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Berbagai pertunjukan budaya ditampilkan secara bergantian oleh masing-masing sanggar sesuai ciri khas daerah dan aliran silek yang dimiliki. Mulai dari jurus silek tradisi, tarian Minangkabau, musik daerah, hingga atraksi tambua dan talempong, seluruh penampilan tersebut mendapat apresiasi hangat dari masyarakat yang hadir.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah unsur pemerintah, tokoh adat, serta pelaku budaya, di antaranya Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, perwakilan Kapolsek X Koto Singkarak melalui Babinsa Nagari Aripan, Staf Ahli Bupati Solok, Camat X Koto Singkarak, Wali Nagari Aripan, para guru dan tuo silek, ketua sanggar, serta pimpinan perguruan silek se-Kabupaten Solok.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti bahwa upaya pelestarian budaya Minangkabau masih mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun masyarakat adat.
Komitmen Melestarikan Warisan Budaya
Dalam kegiatan ini turut hadir rombongan Yayasan Sanggar Seni Silek Tradisi Pandeka Tungga, yang dipimpin oleh Syafri Efizon Sidi Madjo Lelo Pandeka Tungga bersama Fitri Sadilla.
Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, Syafri Efizon dikenal sebagai sosok yang konsisten menjaga dan mengembangkan seni budaya Minangkabau. Sebagai pendiri Yayasan Sanggar Seni Pandeka Tungga, ia aktif membina generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai nilai-nilai adat serta filosofi Minangkabau yang diwariskan para guru silek terdahulu.
Sementara itu, Fitri Sadilla, SKM, M.Si yang saat ini bertugas di Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok sebagai Kasubag Perencanaan, Keuangan, Evaluasi dan Pelaporan, juga menunjukkan komitmen serupa. Di sela tugasnya sebagai aparatur sipil negara, ia tetap aktif terlibat dalam kegiatan pelestarian budaya melalui sanggar seni, silek tradisi, serta pembinaan generasi muda.
Keterlibatan tokoh seperti Syafri Efizon dan Fitri Sadilla menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab seniman, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk aparatur pemerintahan dan generasi muda.
“Kami datang dengan semangat kebersamaan. Melalui silaturahmi ini kami ingin saling belajar dan berbagi. Dengan prinsip bajanjang naiak batanggo turun, kita menjaga silek dan seni tradisi agar tetap hidup di tengah generasi penerus,” ujar Fitri Sadilla mewakili Yayasan Pandeka Tungga.
Ajang Silaturahmi dan Regenerasi
Bagi Yayasan Pandeka Tungga, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat regenerasi pesilat muda sekaligus memperluas jaringan budaya antar sanggar di Sumatera Barat.
Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya, dengan tujuan mempererat persaudaraan antar aliran silek di Minangkabau. Lebih dari sekadar pertunjukan seni, Silaturahmi Saikek Sakabek Arek menjadi simbol bahwa budaya Minangkabau tetap hidup, berkembang, dan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.(da*)


