Notification

×

Iklan

Pusat Dukung Infrastruktur Sumbar, Tol Sicincin–Bukittinggi Jadi Fokus

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:22 WIB Last Updated 2026-06-09T09:20:03Z



Padang, Rakyatterkini.com – Pengembangan infrastruktur jalan di Sumatera Barat (Sumbar) terus mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat, terutama pada proyek strategis seperti koridor Lembah Anai, Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi, serta Flyover Sitinjau Lauik.

Belum lama ini, tim gabungan dari Kementerian PPN/Bappenas bersama Hutama Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, serta Pemerintah Provinsi Sumbar melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi pembangunan di daerah tersebut.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor agar pembangunan infrastruktur di Sumbar berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan selaras dengan program konektivitas nasional.

Pada tahap awal, rombongan memfokuskan peninjauan di kawasan strategis Lembah Anai serta rencana pengembangan lanjutan konektivitas Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin. 

Kedua proyek ini dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat akses antarwilayah, meningkatkan ketahanan jaringan transportasi, serta memperlancar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di Ranah Minang.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kunjungan tersebut, di antaranya perwakilan dari Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar, serta jajaran PT Hutama Karya dan Hutama Karya Infrastruktur.

Abdul Malik Sadat Idris menyampaikan kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan serta tantangan dalam pengembangan infrastruktur di Sumbar, khususnya pada sektor konektivitas transportasi.

Ia menegaskan penguatan konektivitas, termasuk rencana integrasi ruas Bukittinggi–Sicincin dengan Sicincin–Padang, akan membuat jaringan tol di Sumbar berfungsi lebih optimal. 

Ini diharapkan mampu mempercepat arus barang dan orang, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta menyediakan jalur alternatif yang lebih aman, terutama pada wilayah rawan bencana seperti Lembah Anai.

Menurutnya, masukan dari pemerintah daerah, kementerian, dan pelaksana proyek sangat penting agar perencanaan ke depan lebih terpadu dan tepat sasaran.

Sementara itu, Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menilai kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebutuhan teknis di lapangan dengan arah pembangunan infrastruktur nasional. 

Ia menegaskan komitmen Hutama Karya untuk mendukung proyek konektivitas di Sumbar melalui pelaksanaan yang profesional dan berkelanjutan.

Hutama Karya juga memaparkan perkembangan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sicincin–Padang yang telah beroperasi sepanjang 36 kilometer, serta rencana pengembangannya menuju Bukittinggi. 

Kehadiran ruas ini disebut telah menjadi penggerak baru mobilitas masyarakat, terutama dalam mempercepat waktu tempuh dan membuka akses ke pusat ekonomi serta destinasi wisata.

Rombongan juga meninjau kondisi Lembah Anai yang merupakan salah satu jalur vital penghubung Kota Padang dengan wilayah tengah hingga utara Sumbar. Penanganan koridor ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran transportasi, distribusi logistik, serta keselamatan pengguna jalan.

Keterhubungan antara Jalan Tol Sicincin–Padang dan koridor Lembah Anai juga terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan trafik.

Bahkan, pada periode libur panjang terakhir, ruas tersebut mencatat lonjakan lalu lintas lebih dari 80 persen dibandingkan kondisi normal, yang menjadi capaian tertinggi di lingkungan Hutama Karya.

Ke depan, manfaat jaringan ini diperkirakan akan semakin besar jika pembangunan dilanjutkan hingga ruas Bukittinggi–Sicincin sepanjang 41,10 kilometer, yang merupakan bagian dari Tol Pekanbaru–Padang. 

Berdasarkan kajian, ruas tersebut berpotensi memangkas waktu tempuh hingga sekitar 55,91 persen serta menghemat jarak perjalanan sebesar 8,88 persen.

Dengan demikian, pengembangan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi transportasi, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan sektor pariwisata, serta memperkuat distribusi logistik di Sumatera Barat.(da)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update