Notification

×

Iklan

PTDI Siapkan Pesawat Tua Jadi Sarana Edukasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 03:48 WIB Last Updated 2026-06-11T21:49:03Z

PTDI berencana menjadikan dua Boeing 737 yang terlantar sejak 2005

Jakarta, Rakyatterkini.com - Dua unit pesawat Boeing 737-200 yang sudah lebih dari 20 tahun terparkir di kawasan PT Dirgantara Indonesia berpotensi mendapatkan fungsi baru. 

Jika tidak ada pihak yang mengajukan klaim kepemilikan, pesawat tersebut direncanakan dialihfungsikan menjadi sarana edukasi dan pembelajaran di bidang kedirgantaraan.

Langkah ini diambil karena PTDI masih kesulitan memastikan status kepemilikan dua pesawat bermerek Burak yang telah lama terbengkalai di area perusahaan. Untuk memperjelas legalitasnya, PTDI bahkan membuka pengumuman melalui media sosial guna mencari pihak pemilik.

Manajer Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PTDI, Adi Prastowo, menjelaskan bahwa kepastian hukum menjadi syarat utama sebelum perusahaan memutuskan langkah pengelolaan aset tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa PTDI telah menyiapkan rencana pemanfaatan pesawat jika tidak ada klaim yang masuk.

“Kami sudah menyiapkan opsi terbaik, yaitu menjadikan dua pesawat ini sebagai sarana edukasi bagi pelajar, mahasiswa, dan juga masyarakat sekitar,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan data perusahaan, kedua pesawat tersebut sebelumnya dititipkan oleh PT Burak kepada PT ANI untuk menjalani proses perawatan besar (maintenance, repair, and overhaul/MRO). Namun, pekerjaan itu tidak pernah selesai karena perusahaan yang menangani mengalami perubahan kepemilikan.

PTDI juga menyebutkan bahwa saat mencoba menelusuri ke PT ANI, tidak ditemukan catatan yang jelas terkait dua pesawat tersebut.

“Kami sudah mencoba menghubungi PT ANI, tetapi tidak ada data yang bisa memastikan keberadaan administrasi pesawat ini. Karena itu, kami butuh kejelasan hukum dan mengumumkan pencarian pemiliknya,” tambahnya.

Situasi menjadi semakin tidak jelas setelah PT Burak dinyatakan pailit. Sejak saat itu, status kepemilikan pesawat tidak lagi jelas, sementara kedua unit tetap berada di area PTDI tanpa digunakan.

PTDI memperkirakan pesawat tersebut sudah berada di lokasi sejak tahun 2005. Selain memakan ruang di area produksi, keberadaan pesawat yang terbengkalai juga tidak memberikan manfaat langsung bagi perusahaan.

Oleh karena itu, PTDI membuka peluang untuk mengubah fungsi pesawat menjadi fasilitas edukasi penerbangan yang bisa dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum sebagai media pembelajaran dunia aviasi dan teknologi kedirgantaraan.

Dengan rencana tersebut, PTDI berharap aset yang selama ini tidak termanfaatkan dapat memiliki nilai baru sekaligus mendukung peningkatan literasi dan pendidikan di bidang kedirgantaraan di Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update