Notification

×

Iklan

Proyek SPAM Taban III Padang Resmi Dimulai

Rabu, 24 Juni 2026 | 17:16 WIB Last Updated 2026-06-24T11:18:40Z

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyaksikan secara langsung penandatanganan kontrak

Padang, Rakyatterkini.com – Upaya Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, dalam meningkatkan layanan air bersih memasuki tahap penting dengan dimulainya pembangunan proyek besar Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban III di kawasan Palukahan. 

Proyek infrastruktur ini memiliki nilai anggaran mencapai Rp239,3 miliar.

Seremoni penandatanganan kontrak kerja sama antara pemerintah dan pihak penyedia jasa digelar di Hotel Pangeran Beach, Selasa (23/6/2026), dan turut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama sejumlah pejabat terkait.

Pembangunan SPAM Taban III ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas distribusi air bersih secara signifikan. Saat ini, cakupan layanan air bersih di Kota Padang baru mencapai sekitar 52 persen dengan lebih dari 155.000 pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang. 

Setelah proyek ini selesai, kapasitas distribusi air ditargetkan naik dua kali lipat, dari 200 liter per detik menjadi 400 liter per detik.

Maigus Nasir menyampaikan proyek ini memiliki peran strategis karena akan memperkuat suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.

Ia juga menegaskan pentingnya profesionalisme pihak pelaksana agar proyek dapat berjalan sesuai jadwal dan mutu yang ditetapkan. Menurutnya, keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan, tetapi juga dari manfaatnya bagi masyarakat.

Pekerjaan SPAM Taban III ini terbagi dalam empat paket, terdiri dari tiga paket konstruksi dan satu paket pengawasan. Lingkup pekerjaannya mencakup pembangunan instalasi pengolahan air, pemasangan pipa transmisi, pembangunan reservoir, serta jaringan perpipaan sepanjang sekitar 18 kilometer.

Untuk pelaksanaan konstruksi, peningkatan IPA dikerjakan oleh Karya Mulia KSO, sementara pembangunan jaringan pipa ditangani oleh PT Cipta Crown Simbol dan PT Putra Masindo Utama. 

Adapun pengawasan dan manajemen konstruksi dilakukan oleh PT Waseco Tirta WSO, PT Bemaco Rekapprima, dan PT Bina Lestari Lingkungan Sejahtera.

Dari pihak pemerintah pusat, Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Oscar RH Siagian, menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan. 

Ia menyebut proyek multiyears yang ditargetkan selesai pada Juni 2027 ini akan dipantau secara ketat agar tidak terjadi keterlambatan atau pekerjaan terbengkalai.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, mengingatkan seluruh kontraktor untuk mematuhi ketentuan kontrak, termasuk tidak melakukan penyesuaian harga di luar kesepakatan.

Acara penandatanganan kontrak tersebut juga diikuti secara daring oleh Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update