Notification

×

Iklan

Pendaki Semeru Jatuh 300 Meter, Evakuasi Masih Berlangsung

Kamis, 04 Juni 2026 | 20:44 WIB Last Updated 2026-06-04T13:44:00Z

Pendaki Gunung Semeru melalui jalur ilegal Candi Jawar, terjatuh ke jurang

Jakarta, Rakyatterkini.com – Proses evakuasi seorang pendaki Gunung Semeru yang terjatuh ke jurang sedalam sekitar 300 meter masih belum berhasil dilakukan. 

Hingga hari keempat, Kamis (4/6/2026), tim SAR gabungan terus berupaya keras mengevakuasi korban berinisial C (18), yang sebelumnya mendaki bersama dua rekannya melalui jalur tidak resmi.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa tim tambahan telah dikerahkan dengan membawa perlengkapan pendukung guna mempercepat proses penyelamatan. 

Kondisi medan yang sulit serta keterbatasan akses komunikasi menjadi tantangan besar bagi tim dalam menjangkau lokasi korban.

Ia menyebutkan, tim tambahan membawa peralatan High Angle Rescue Technique (HART), yakni perlengkapan khusus untuk evakuasi di area ekstrem, serta perangkat Starlink untuk memperlancar komunikasi di lapangan.

Sementara itu, Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Imam Nahrowi, mengungkapkan bahwa korban memang sudah ditemukan di dasar jurang, namun belum bisa dievakuasi. Medan yang didominasi tebing curam dan jurang dalam hanya dapat dilalui dengan teknik serta perlengkapan khusus.

Menurut informasi dari tim di lokasi, korban mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki kanan. Saat ini, enam anggota tim penyelamat telah berada di dekat korban sejak ditemukan pada Selasa pagi (2/6/2026). Namun, keterbatasan alat membuat tambahan personel dan perlengkapan harus didatangkan.

Tim tambahan mulai bergerak menuju titik evakuasi sejak Kamis pagi dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar delapan jam perjalanan dari lokasi penurunan.

Imam menambahkan, proses evakuasi terkendala medan yang sangat terjal, banyaknya jurang curam, serta jarak tempuh yang jauh. Kondisi ini membuat tim harus ekstra hati-hati selama perjalanan.

Selain itu, perjalanan menuju lokasi korban tidak dapat dilakukan pada malam hari karena minimnya pencahayaan dan jarak pandang yang terbatas akibat kabut. Demi keselamatan, tim memilih menghentikan aktivitas saat kondisi tidak memungkinkan.

Rencana evakuasi akan dilakukan menggunakan metode hauling system, yaitu teknik penyelamatan vertikal. Saat ini, enam personel berada di bawah bersama korban, sementara sekitar 30 anggota tim SAR lainnya bersiaga di atas tebing sambil menunggu perlengkapan tambahan.

Dua pendaki lain yang sebelumnya terpisah dari korban kini telah berhasil mendekati lokasi jurang dan berada dalam pendampingan tim penyelamat.

Peristiwa ini bermula saat tiga pendaki melakukan pendakian melalui jalur Candi Jawar di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, yang bukan jalur resmi menuju Gunung Semeru. Salah satu dari mereka kemudian terjatuh ke jurang dan sempat menghubungi keluarganya pada Senin pagi (1/6/2026) sebelum akhirnya kehilangan kontak.

Laporan kejadian tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh petugas setempat bersama warga dan keluarga korban yang langsung menuju titik lokasi berdasarkan koordinat terakhir. Korban ditemukan pada Selasa pagi oleh ayahnya dan warga, namun hingga kini proses evakuasi masih terus berlangsung karena kondisi lokasi yang sangat sulit dijangkau.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update