Notification

×

Iklan

Pemprov Sumbar Perkuat Sinergi Pembangunan dengan Solok Selatan

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:22 WIB Last Updated 2026-06-10T01:54:19Z

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi sedang diskusi 

Padang, Rakyatterkini.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja, sama dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam rangka mempercepat pemerataan pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, saat menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) yang dipimpin Bupati Khairunas di Ruang Rapat Istana Gubernuran Padang, Selasa (9/6/2026).

Pertemuan itu membahas berbagai usulan pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi dan dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas serta aksesibilitas wilayah Solok Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Arry menyampaikan Pemprov Sumbar tengah mempersiapkan percepatan pembangunan tahun 2027 yang akan disinergikan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Ia menekankan pentingnya penyelarasan program agar pelaksanaan pembangunan lebih terarah dan saling mendukung.

“Pemerintah provinsi hadir untuk memfasilitasi dan mendukung seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat. Setiap usulan daerah akan kami tampung dan disesuaikan dengan rencana pembangunan provinsi, skala prioritas, serta kemampuan anggaran,” ujarnya.

Arry juga memaparkan kondisi Sumbar setelah bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025. Bencana tersebut tidak hanya merusak infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap perekonomian daerah.

Berdasarkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), total kerugian akibat bencana tercatat mencapai Rp33,55 triliun, dengan kebutuhan pemulihan mendesak sebesar Rp21,44 triliun.

Untuk mendukung pemulihan, pemerintah pusat telah berkomitmen menyalurkan pendanaan sekitar Rp18 triliun secara bertahap pada 2026–2028. Selain itu, Kabupaten Solok Selatan juga memperoleh tambahan alokasi melalui penyesuaian Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 sebesar Rp80,9 miliar.

Arry menambahkan, Pemprov Sumbar saat ini telah mengalokasikan sejumlah program pembangunan di Solok Selatan dengan total anggaran sekitar Rp7,4 miliar melalui berbagai perangkat daerah, seperti Dinas Pendidikan, Dinas BMCKTR, Dinas SDA dan Bina Konstruksi, Dinas Pangan, serta Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura.

Salah satu program prioritas yang mulai dikerjakan pada 2026 adalah pembangunan ruas Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dengan anggaran tahap awal Rp4,3 miliar. Ia menyebut proyek tersebut sebagai langkah awal untuk membuka akses transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Pembangunan jalan ini merupakan komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan akses masyarakat. Ke depan, ruas ini akan menjadi prioritas untuk memperkuat konektivitas Solok Selatan dengan wilayah sekitarnya,” katanya.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga mengalokasikan sekitar Rp2,9 miliar untuk rehabilitasi jaringan irigasi, termasuk Irigasi Bandar Bangko dan Sawah Padang, guna mendukung produktivitas sektor pertanian.

“Secara keseluruhan, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp7,4 miliar,” tambahnya.

Terkait arah pembangunan 2027, Pemprov Sumbar mengusung tema “Akselerasi Transformasi Ekonomi, Inklusi Sosial, dan Ketahanan Pangan”. Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan produktivitas pertanian, penguatan ekonomi desa berbasis koperasi dan BUMNag, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, peningkatan layanan dasar, pemberdayaan kelompok rentan, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Solok Selatan Khairunas menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Sumbar terhadap pembangunan di daerahnya. Ia berharap pembangunan Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dapat terus menjadi prioritas karena dinilai penting untuk membuka keterisolasian wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap pembangunan jalan tersebut dapat dilanjutkan. Jika belum dapat diselesaikan pada 2026, kami berharap tetap menjadi prioritas pada 2027 karena sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan Pemprov Sumbar untuk terus memperjuangkan pendanaan dari pemerintah pusat, termasuk melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, guna mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Solok Selatan. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update